Abstract :
Sebagian calon peserta pemagangan Jepang di LPK Bahasa Jepang di Kota
Tasikmalaya belum menguasai keterampilan dalam mengelola keuangan pribadi
dengan baik, dan juga sebagian tidak memiliki target pencapaian dalam hal
keuangan, sehingga mereka belum maksimal dalam menyeimbangkan antara
kebutuhan hidup dengan upah atau gaji yang didapatkannya. Penelitian ini
bertujuan mengetahui dan menganalisis tingkat pemahaman literasi keuangan calon
peserta pemagangan Jepang di LPK Bahasa Jepang di Kota Tasikmalaya. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik
analisis data yang digunakan adalah analisis nilai mean, median, modus, varians,
dan deskriptif persentase. Populasi dalam penelitian ini adalah LPK Bahasa Jepang
yang ada di Kota Tasikmalaya. Sampel yang digunakan adalah sampel jenuh dengan
jumlah 95 responden merupakan perwakilan dua LPK yang aktif mengirimkan
peserta pemagangan ke Jepang, yaitu LPK SO Embun dan LPK Erai Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pemahaman literasi
keuangan termasuk pada kategori sedang. Dari 95 sampel yang digunakan
ditemukan sebanyak 54 orang berada pada kategori sedang dan sebanyak 41 orang
berada pada kategori tinggi. Dari 5 aspek indikator literasi keuangan terdapat 3
(tiga) aspek yang dikategorikan pada tingkat literasi keuangan sedang, yaitu aspek
Saving and Investment, Credit and Debt Management, dan Risk Management.
Sedangkan 3 (tiga) aspek lainnya dikategorikan pada tingkat literasi keuangan
tinggi, yaitu aspek Basic Personal Finance, Cash Management. Dapat disimpulkan
bahwa tingkat pemahaman literasi keuangan calon peserta pemagangan Jepang di
LPK Bahasa Jepang di Kota Tasikmalaya berada pada kategori yang relatif tinggi.
Kata Kunci: Literasi Keuangan, Pemagangan Jepang, Lembaga Pelatihan
Kerja.