Abstract :
Batik Betawi Terogong adalah salah satu produk kesenian yang merupakan
warisan budaya leluhur masyarakat Betawi. Batik Betawi Terogong memiliki
keunikan atau ciri khas yang membedakan dengan batik-batik lain, yaitu warna
dan motif yang digunakan pads Batik Betawi Terogong yang menggambarkan
karakteristik jiwa masyarakat Betawi. Seiring dengan pergeseran kebudayaan oleh
arus modernisasi, eksistensi batik Betawi Terogong sudah mulai dilupakan dan
ditinggalkan. Maka dari itu, upaya pelestarian batik Betawi Terogong perlu
dilakukan untuk menjaga keberadaan batik Betawi Terogong agar tidak hilang
terhapus zaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji mengenai karakteristik
Batik Betawi Terogong dan upaya-upaya yang dilakukan untuk melestarikannya.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk
menjelaskan karakteristik batik Betawi Terogong dan upaya-upaya pelestarian
batik Betawi Terogong secara faktual di lapangan. Data dikumpulkan dengan
teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi literatur. Data yang
didapatkan kemudian dikumpulkan, direduksi, dan disajikan dalam bentuk
deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik warna dari Batik Betawi
Terogong adalah nuansa warna cerah yang merepresentasikan karakteristik
masyarakat Betawi yang ceria dan penuh semangat. Motif yang digunakan dalam
batik Betawi Terogong ialah gambaran hidup masyarakat Betawi pada masa lalu,
sehingga motif yang dimunculkan ialah flora dan fauna serta kesenian khas
Betawi. Bentuk dari batik Betawi Terogong ialah lembaran kain dan juga pakaian
jadi. Setiap motif dan warna yang digunakan pada batik Betawi Terogong
memiliki makna filosofis di dalamnya yang menekankan pada ekosistem
kehidupan. Batik Betawi Terogong dapat dilestarikan melalui beberapa upaya,
seperti inovasi pada motif untuk menambah daya tarik, melakukan regenerasi
pengrajin batik, dan meningkatkan pemasaran hasil produksi melalui kegiatan
promosi untuk menyebarluaskan produk batik Betawi Terogong.
Kata Kunci: Batik Betawi Terogong, Karakteristik Batik, Upaya Pelestarian