Abstract :
Masalah pada lapisan perkersan lentur jalan sangat sering terjadi yang
disebabkan oleh berbagai faktor, salah satu faktor penyebabnya yaitu pembuangan
air yang bergantung pada keberadaan kondisi sistem drainase. Penelitian ini
dilakukan sebagai analisa tentang seberapa besar dampak yang ditimbulkan dari
kondisi sistem pembuangan terhadap masalah perkerasan lentur. Jalan yang
menjadi study kasus adalah Jalan Cisinga, Kecamatan Padakembang, Kabupaten
Tasikmalaya. Dari hasil penelitian menggunakan Metode Analysis of Variance
(ANOVA) didapatkan hasil bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan
mengenai pengaruh kondisi drainase terhadap kerusakan jalan, hal ini dibuktikan
dengan hasil Fhitung lebih kecil dari Ftabel yaitu 0,84 dan 2,81. Luas kerusakan paling
besar disebabkan oleh kondisi drainase buruk sebesar 6173,69 m2
(68,68%) dan
pada kondisi tidak ada drianase sebesar 2815,86 m2
(31,32%). Untuk luas
kerusakan terbesar disebabkan pada jenis kerusakan lubang (potholes) sebesar
60,13%, pengausan agregat (polished aggregate) sebesar 11,43%, dan retak kulit
buaya (alligator cracking) sebesar 11,50%.
Kata Kunci : Drainase, Perkerasan Lentur, PCI, ANOVA