DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEDONG PANJANG KOTA SUKABUMI
Total View This Week0
Institusion
Universitas Siliwangi
Author
FADILLAH, RIKSA NAFI
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine 
Datestamp
2023-08-23 04:53:31 
Abstract :
RIKSA NAFI FADILLAH HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEDONG PANJANG KOTA SUKABUMI Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit utama penyebab kematian bayi dan sering menempati urutan pertama angka kesakitan balita. Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah kunjungan balita yang mengalami batuk atau kesukaran bernapas tertinggi yaitu 993.578 kunjungan. Kondisi lingkungan rumah berperan penting dalam penularan ISPA. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kondisi lingkungan rumah dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Gedong Panjang Kota Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan desain case-control. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 0-59 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Gedong Panjang Kota Sukabumi. Berdasarkan hasil perhitungan sampel menggunakan rumus lemeshow didapatkan hasil besar sampel minimum sebanyak 168 responden dengan perbandingan sampel kasus dan kontrol 1:1 sehingga didapatkan total sampel sebanyak 336 responden. Teknik pengambilan sampel kelompok kasus dan kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian ISPA pada balita, variabel bebas pada penelitian ini adalah variabel luas ventilasi kamar dan kepadatan hunian kamar, sedangkan variabel luar yang diukur pada penelitian ini adalah variabel tingkat pencahayaan dan tingkat kelembaban. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran langsung, untuk variabel luas ventilasi dan kepadatan hunian kamar pengukuran dilakukan menggunakan instrumen rollmeter dan lembar observasi, sedangkan untuk variabel tingkat kelembaban dan pencahayaan pengukuran dilakukan menggunakan instrumen digital multifunction environment meter. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square test. Hasil analisis bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara luas ventilasi (p-value=0,000; OR=2,534; 95%CI=1,629 ? 3,941), dan kepadatan hunian kamar (p-value =0,000; OR=5,588;95%CI=3,447? 9,061) dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gedong Panjang Kota Sukabumi. Berdasarkan hasil penelitian, masyarakat dihimbau untuk mengurangi jumlah orang yang tidur di kamar tidur, berusaha menjauhkan anggota keluarga yang sakit dari balita, dan memaksimalkan fungsi ventilasi dengan cara membuka ventilasi setiap pagi, tidak menutup ventilasi dan membersihkan ventilasi secara rutin 
Institution Info

Universitas Siliwangi