Abstract :
RIKSA NAFI FADILLAH
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN
ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEDONG
PANJANG KOTA SUKABUMI
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit utama penyebab
kematian bayi dan sering menempati urutan pertama angka kesakitan balita. Jawa
Barat merupakan provinsi dengan jumlah kunjungan balita yang mengalami batuk
atau kesukaran bernapas tertinggi yaitu 993.578 kunjungan. Kondisi lingkungan
rumah berperan penting dalam penularan ISPA. Tujuan penelitian ini yaitu untuk
menganalisis kondisi lingkungan rumah dengan kejadian ISPA di wilayah kerja
Puskesmas Gedong Panjang Kota Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan
yaitu observasional analitik dengan desain case-control. Populasi penelitian
adalah seluruh balita usia 0-59 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas
Gedong Panjang Kota Sukabumi. Berdasarkan hasil perhitungan sampel
menggunakan rumus lemeshow didapatkan hasil besar sampel minimum sebanyak
168 responden dengan perbandingan sampel kasus dan kontrol 1:1 sehingga
didapatkan total sampel sebanyak 336 responden. Teknik pengambilan sampel
kelompok kasus dan kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Variabel
terikat dalam penelitian ini adalah kejadian ISPA pada balita, variabel bebas pada
penelitian ini adalah variabel luas ventilasi kamar dan kepadatan hunian kamar,
sedangkan variabel luar yang diukur pada penelitian ini adalah variabel tingkat
pencahayaan dan tingkat kelembaban. Pengumpulan data dilakukan melalui
pengukuran langsung, untuk variabel luas ventilasi dan kepadatan hunian kamar
pengukuran dilakukan menggunakan instrumen rollmeter dan lembar observasi,
sedangkan untuk variabel tingkat kelembaban dan pencahayaan pengukuran
dilakukan menggunakan instrumen digital multifunction environment meter.
Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square
test. Hasil analisis bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara luas
ventilasi (p-value=0,000; OR=2,534; 95%CI=1,629 ? 3,941), dan kepadatan
hunian kamar (p-value =0,000; OR=5,588;95%CI=3,447? 9,061) dengan kejadian
ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gedong Panjang Kota Sukabumi.
Berdasarkan hasil penelitian, masyarakat dihimbau untuk mengurangi jumlah
orang yang tidur di kamar tidur, berusaha menjauhkan anggota keluarga yang
sakit dari balita, dan memaksimalkan fungsi ventilasi dengan cara membuka
ventilasi setiap pagi, tidak menutup ventilasi dan membersihkan ventilasi secara
rutin