Abstract :
Sistem keamanan website menjadi sangat penting ketika website tersebut memiliki
data penting yang sangat riskan jika terkena serangan maupun pencurian data dari
pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti website milik BPJS (Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan yang diduga kuat oleh Kementrian
Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terjadinya pencurian data
masyarakat Indonesia dan dijual dengan harga 0,15 bitcoin di sebuah forum.
Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dari penilitian ini untuk menguji dua
framework yang sering digunakan dalam pembuatan website yaitu CodeIgnitor dan
Laravel dengan menggunakan alat pengujian Acunetix dan OWASP ZAP. Hasil
yang didapatkan pada proses pengujian bahwa framework CodeIgnitor dengan
menggunakan website rekrutmen BUMN mendapatkan 2 alert dengan Acunetix dan
16 alert dengan OWASP ZAP, sedangkan untuk framework Laravel dengan
menggunakan website kolabjar mendapatkan 12 alert untuk Acunetix dan 14 alert
untuk OWASP ZAP. Penerapan OWASP Top 10 didapatkan kesimpulan framework
CodeIgnitor lebih riskan terkena ancaman karena terdapat ancaman SQL Injection
dan masuk pada indikator kode A03, sedangkan pada Laravel terdapat kode
indikator A01 pada kedua tools yang tidak terdapat pada CodeIgnitor.
Kata kunci: Acunetix, CodeIgnitor, Keamanan, Laravel, OWASP ZAP