Abstract :
Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan salah satu tanaman holtikultura
yang memiliki nilai gizi yang tinggi. Pertumbuhan tanaman tomat sangat
dipengaruhi oleh kelembapan tanah. Kelembapan tanah yang tinggi maupun rendah
dapat berpengaruh terhadap produktivitas tomat. Salah satu upaya untuk mengatasi
permasalahan tersebut adalah dengan pemanfaatan kultivar tomat yang lebih
toleran. Kultivar yang toleran diharapkan mampu memperhatahankan produksi
tomat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui pertumbuhan dan
hasil tiga kultivar tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) pada beberapa tingkat
kelembapan tanah. Penelitian dilaksanakan di Desa Cicangkang Girang, Kecamatan
Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat pada bulan Februari hingga Juni 2023.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan
dan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan adalah kombinasi dari tiga kultivar tomat
(Warani F1, Marta F1 dan Bareto F1) dan kelembapan tanah (80% KL, 100% KL,
dan 120% KL). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi antara tiga kultivar
hibrida tomat dan kelembapan tanah berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman,
diameter batang, umur berbunga, umur berbuah, jumlah buah per tanaman dan
bobot buah per tanaman. Kombinasi perlakuan terbaik dihasilkan pada kultivar
Warani F1 pada kondisi kelembapan tanah 120% kapasitas lapang, kultivar Marta
F1 kelembapan tanah 100% kapasitas lapang, dan kultivar Bareto F1 pada kondisi
kelembapan tanah 80% kapasitas lapang.
Kata kunci: Kelembapan tanah, Kultivar Hibrida, Tomat