Abstract :
Pengendalian patogen layu tanaman (R. solanacearum) masih mengandalkan
pestisida sintetik terbukti belum efektif dan bisa merugikan lingkungan. Asap cair
adalah larutan campuran dispersi asap hasil pirolisa bahan organik yang berpotensi
sebagai antibakteri yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efektifitas asap cair limbah bambu sebagai antibakteri R. solanacearum
secara in vitro. Pembuatan dan pemurnian asap cair dilakukan 4 tahapan yaitu
pirolisis, sedimentasi, destilasi, redestilasi. Penelitian ini diawali dengan
menghitung bobot jenis, pengecekan warna, pH, kandungan fenol, dan kadar asam.
Uji antibakteri dilakukan menggunakan media kertas cakram dengan melihat
diameter zona bening. Bakteri yang digunakan biakan bakter R.solanacearum.
Konsentrasi asap cair untuk uji antibakteri yaitu 1%, 2%, 3%, 4% dan 5%. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pemberian asap cair limbah bambu terbukti dapat
menghambat pertumbuhan bakteri R. solanacearum dimana semakin tinggi
konsentrasi asap cair maka semakin besar daya hambatnya. Terdapat kandungan
fenol dalam asap cair limbah bambu dengan kadar asam total sebesar 14,2%, pH
asap cair sebesar 2 dan massa jenis 1,0228 dengan warna kuning jernih. Diameter
zona hambat asap cair limbah bambu terhadap pertumbuhan bakteri R.
solanacearum diperoleh nilai rata-rata 2,59 sampai 1,37 mm dengan kategori lemah.
Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) asap cair limbah bambu terhadap
pertumbuhan bakteri R.solanacearum diperoleh pada konsentrasi 1% dengan
diameter zona bening 1,88 mm. Hasil analisis menggunakan One Way ANOVA
diperoleh F hitung (0.028099) ? F tabel (2,77) sehingga tidak terdapat perbedaan
yang signifikan terhadap zona bening yang dihasilkan.
Kata kunci : Asap Cair, In Vitro, Limbah Bambu, R. solanacearum.