Abstract :
Ruang rawat inap pasien merupakan wujud fasilitas fisik di RSUD dr. Slamet
yang penting keberadaannya bagi pelayanan pasien. Pencahayaan adalah salah satu
faktor yang diperlukan agar tidak mengganggu proses penyembuhan pasien.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan merancang visualisasi pencahayaan
buatan menggunakan aplikasi Dialux Evo 10.2. Metode yang digunakan adalah
dengan cara mengukur intensitas pencahayaan secara langsung menggunakan
luxmeter dengan jarak 1 meter persegi pada tiap ruangan di rata-rata tinggi bidang
kerja 75 cm. Hasil pengukuran ruangan kemudian di input ke program dialux untuk
membuat gambar 3D dan menentukan letak dan jenis lampu yang harus digunakan
agar ruangan tersebut dapat memenuhi standart. Hasil penelitian di lokasi
menunjukkan intensitas pencahayaan pada Gedung Puspa Utama 445 lux, Gedung
Permata 207 lux, dan Gedung Intan Sartika 217 lux dimana nilai tersebut belum
memenuhi intensitas pencahayaan yang direkomendasikan oleh SNI 03-6575-2001
yaitu 250 lux. Hal tersebut bisa berdampak negatif bagi kesehatan pasien seperti
gangguan sirkadian, yang mengakibatkan perubahan metabolisme tidur, dan
kognisi serta meningkatkan resiko penyakit metabolik dan kardiovaskular pada
pasien. Oleh karena itu dibutuhkan penggantian dan/atau penambahan jumlah
lampu agar bisa memenuhi standar. Hasil dari simulasi pencahayaan peneliti
merekomendasikan lampu jenis Philips DN406B 1XLED11S atau Hannochc LED
16W sebagai lampu pada Gedung Puspa Utama yang menghasilkan nilai Intensitas
pencahayaan 252 dan Gedung Permata yang menghasilkan nilai Intensitas
pencahayaan 253 lux. Sedangkan pada Gedung Intan Sartika menggunakan lampu
jenis Philips DN471B LED20S/840 C atau Mitsuyama LED15W yang
menghasilkan nilai Intensitas Pencahayaan 256 lux.
Kata Kunci : Ruang rawat inap, Tingkat pencahayaan, Desain Pencahayaan,
Dialux Evo 10.2.