Abstract :
Tanaman kelor merupakan tanaman yang sangat bergizi dan memiliki
berbagai manfaat potensial serta mengandung zat nutrisi tinggi, dibandingkan dengan
kandungan daun tanaman lain sehingga berpotensi sebagai sumber pangan untuk
mengatasi malnutrisi. Daun kelor mengandung multivitamin, protein, asam amino
esensial, sumber antioksidan, vitamin A, vitamin C, vitamin B, kalsium, zat besi dan
protein dalam jumlah sangat tinggi yang mudah dicerna dan diasimilasi oleh tubuh
manusia serta 18 asam amino. Produktivitas tanaman kelor belum maksimal karena
masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang budidaya kelor. Aplikasi Porasi dan
pupuk hayati merupakan upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman kelor.
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara jenis porasi dan pupuk hayati
terhadap pertumbuhan dan bobot kering tanaman kelor (Moringa olifiera L). Percobaan
ini dilaksanakan di Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, pada
bulan Agustus sampai dengan November 2022. Metode yang digunakan pada
penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 (dua) faktor
dan 3 (tiga) ulangan. Faktor pertama terdiri dari tiga taraf jenis Porasi (A) yaitu a1
(Porasi Kotoran Domba), a2 (Porasi Kotoran Sapi), a3 (Porasi Batang Pohon Pisang)
dan faktor kedua terdiri dari 3 (tiga) taraf konsentrasi pupuk hayati yaitu b1 (5 ml/L),
b2 (10 ml/L), b3 (15 ml/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi
antara jenis porasi dengan konsentrasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan tanaman
kelor, namun secara mandiri perlakuan porasi kotoran domba merupakan jenis porasi
paling baik untuk pertumbuhan tanaman kelor.
Kata Kunci : Kelor (Moringa olifiera L), Porasi, Pupuk hayati (M-Bio)