Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan Museum Gedung
Sate sebagai tempat wisata sejarah di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualiatif naturalistic. Objek penelitian ini adalah Museum Gedumg Sate
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Latar belakang permasalahan pada
peneitian ini berawal karena adanya tuntutan Museum di masa kini agar tidak
dipandang sebagai museum yang hanya menyimpan barang kuno saja. Hasil
penelitian menjelaskan bahwa museum gedung sate didirikan pada tahun 2017 dan
di resmikan oleh Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat pada saat itu. Museum
Gedung Sate ini merupakan Museum yang terletak di Gedung Pusat Pemerintahan
Jawa Barat yang dikelola oleh Biro Umum di bawah naungan Sekretariat Daerah
Jawa Barat. Pengelolaan Museum Gedung Sate dioperasikan secara modern yaitu
dengan memadukan teknologi dengan konten sejarah. Museum Gedung Sate
mendapati kendala seperti sumber daya manusia yang belum memadai dan juga alur
birokrasi yang dirasa lambat oleh pengelola. Selain itu, Museum ini juga mendapati
beberapa faktor pendorong diantaranya Museum Gedung Sate menawarkan
berbagai ilmu, memiliki tempat yang strategis, dan pengunjung yang ramai.
Dampak yang diberikan Museum ini meliputi dampak terhadap masyarakat dalam
hal pendidikan, social dan rekreasi.
Kata Kunci: Pengelolaan, Museum, Wisata Sejarah