Abstract :
Masalah dalam penelitian ini adalah tingkat kemampuan berpikir kritis siswa yang masih
rendah dalam proses pembelajaran di kelas XI IPS SMA Negeri 5 Tasikmalaya. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan teknik pengumpulan data
melalui observasi, dokumentasi, dan tes (pretasi dan posttest). Adapun teknik analisis yang di
gunakan dalam uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotensi dan effect size. Desain penelitian
yang digunakan dalah Pretest-Posttest Nonequivalent Multiple Group Design. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS yang berjumlah 181 siswa. Teknik sampel yang
digunakan yakni teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 72 siswa.
Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa penerapan metode penugasan (Resitasi) dan
metode peer tutoring dalam proses pembelajaran mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa
pada pengujian awal dan pengujian akhir. Peningkatan kemampuam berpikir kritis siswa yang
menggunakan metode penugasan (Resitasi) adalah sebesar 0,324. Dan peningkatan untuk kelas
dengan metode peer tutoring (Tutor Sebaya) sebesar 0,329. Sedangkan hasil penelitian terhadap
kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan metode peer tutoring setelah pengujian akhir
diperoleh nilai t hitung sebesar -0.182 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan
kemampuan berpikir kritis siswa antara kelas yang menggunakan metode peer tutoring.
Kata Kunci : Resitasi, Peer Tutoring, Berpikir Kritis