Abstract :
Penelitian ini dilaksanakan di Kota Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini
untuk mengetahui kinerja pertanian perkotaan di Kota Tasikmalaya, menganalisis
faktor?faktor yang mempengaruhi kinerja pertanian perkotaan di Kota
Tasikmalaya, dan Merumuskan model Pengembangan pertanian perkotaan dalam
mendukung pertanian berkelanjutan. Metode penelitian ini menggunakan metode
survey dengan pendekatan penelitian kepada pelaku pertanian di Kota
Tasikmalaya. Pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Alat analisis
menggunakan SEM WarPPLS 7.0.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pertanian perkotaan (Urban
Farming) di wilayah Kota Tasikmalaya berpengaruh positif terhadap pertanian
berkelanjutan di Kota Tasikmalaya. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi
kinerja urban farming maka keberlanjutan pertanian akan semakin baik.
Karakteristik pelaku dan kelembagaan pendukung berpengaruh terhadap kinerja
pertanian perkotaan di Kota Tasikmalaya dimana semakin baik karakteristik
petani setempat maka kinerja urban farming semakin meningkat, demikian juga
semakin baik kelembagaan pendukung maka kinerja urban farming semakin baik
atau meningkat. Karakteristik pelaku tidak berpengaruh terhadap pertanian
perkotaan berkelanjutan di Kota Tasikmalaya hal ini menunjukkan perubahan
karakteristik petani tidak berdampak terhadap perubahan keberlanjutan.
Kelembangaan pendukung berpengaruh terhadap pertanian perkotaan
berkelanjutan di Kota Tasikmalaya yang artinya semakin baik kelembagaan
pendukung maka keberlanjutan urban farming semakin meningkat.Model
pengembangan Pertanian Perkotaan (Urban Farming) berkelanjutan dirancang
sebagai upaya penguatan ketahanan pangan yang menguntungkan secara ekonomi
dan berkelanjutan dilihat dari aspek lingkungan. oleh karena itu pertanian
perkotaan perlu disentuh dengan pengembangan inovasi dan peningkatan
teknologi yang berkelanjutan, prasyarat untuk mewujudkan semua itu adalah
adanya kolaborasi antara pelaku pertanian perkotaan, akademisi, lembaga
keuangan, pelaku usaha/bisnis dan pemerintah dengan menggabungkan sistem
pertanian modern dan pertanian tradisional yang disesuaikan dengan karakteristik
kewilayahannyasecara lingkungan.
Kata Kunci : Model Pertanian Perkotaan, Kinerja, Keberlanjutan.