Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran articulate storyline untuk
mengeksplor kemampuan pemecahan masalah matematis dan self regulated learning siswa
pesantren serta untuk menganalisis dan mendiskripsikan kualitas efektivitas kemampuan
pemecahan masalah matematis dan self regulated learning siswa pesantren setelah
mengggunakan media pembelajaran articulate storyline. Subjek penelitian dalam penelitian
ini yaitu 3 orang guru matematika, 5 orang siswa pesantren kelas XI di luar kelas XI MIPA
1, 2 orang ahli materi, 2 orang ahli media dan 30 orang siswa pesantren kelas XI MIPA 1
SMA Islam Cipasung. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian dan pengembangan
(Research & Development) dengan model pembelajaran ADDIE diantaranya melalui
tahapan Analyze, Design, Develop, Implement Dan Evaluate. Teknik pengumpulan data
pada penelitian ini diantaranya observasi, wawancara tidak terstruktur, angket serta tes
kemampuan pemecahan masalah matematis. Instrument yang digunakan diantaranya lembar
validasi ahli materi, lembar validasi ahli media, angket respon pengguna, angket self
regulated learning dan soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Berdasarkan
hasil penelitian dan pengembangan, pada tahap analyze peneliti melakukan analisis
kebutuhan materi dan media. Pada tahap design peneliti membuat flowchart dan storyboard,
merancang instrument tes, menyusun lembar validasi ahli materi dan media, merancang
angket respon pengguna dan angket self regulated learning. Pada tahap develop
menghasilkan produk (media) yang telah dirancang, kemudian melakukan validasi ahli
materi dan ahli media dengan hasil validasi yaitu berada pada kategori ?sangat layak
digunakan? dan melakukan uji coba produk kepada 3 orang guru matematis dan 5 orang
siswa pesantren di luar kelas XI MIPA 1 dan memperoleh respon positif dengan kategori
?sangat baik?. Pada tahap implement, media pembelajaran articulate storyline diterapkan
dalam kegiatan pembelajaran kepada 30 siswa pesantren kelas XI MIPA 1. Pada tahap
evaluate didapat hasil nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa
pesantren pada posttest lebih besar dibandingkan hasil nilai rara-rata kemampuan
pemecahan masalah matematis siswa pesantren pada pretest. Respon pengguna terhadap
media pembelajaran articulate storyline positif dengan kategori ?sangat baik?. Kualitas
efektivitas kemampuan pemecahan masalah matematis setelah menggunakan media
pembelajaran articulate storyline pada materi barisan mendapatkan nilai 1,86 dan termasuk
pada kriteria ?strong effects?, rata-rata skor self regulated learning siswa pesantren setelah
menggunakan media pembelajaran articulate storyline berada pada kategoir baik. Dapat
v
disumpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran articulate storyline layak digunakan
untuk mengeksplor kemampuan pemecahan masalah matematis dan self regulated learning
siswa pesantren.
Kata kunci: Articulate storyline, kemampuan pemecahan masalah matematis, self regulated
learnin