Abstract :
Pupuk hayati mengandung mikroorganisme positif yang dapat memacu pertumbuhan
tanaman, menambat nitrogen, melarutkan fosfat, dan menghambat pertumbuhan
penyakit tanaman. Tanaman leguminosae dapat bersimbiosis dengan bakteri diazotrof
untuk memfiksasi N2, namun besarnya nilai RE (Relative efficiency of N2 fixation)
ditentukan oleh umur tanaman dan kondisi lingkungan. Pengaturan waktu pemberian
pupuk hayati mampu mempengaruhi pertumbuhan tanaman, sehingga untuk
mendapatkan tingkat hasil yang tinggi pengaplikasian pemupukan harus tepat waktu,
tepat dosis serta tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
waktu pemberian pupuk hayati majemuk Bion-UP terhadap pertumbuhan dan hasil
tanaman buncis tegak, melalui pemanfaatan potensi simbiotik tanaman leguminosae.
Metode percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak
Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 25
petak percobaan. Perlakuan tersebut adalah tanpa pemberian (kontrol), 7 hari sebelum
tanam, saat tanam, 7 hari setelah tanam, dan 14 hari setelah tanam. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perlakuan pada 7 hari setelah tanam merupakan perlakuan
terbaik pada parameter pertumbuhan jumlah bintil akar efektif serta parameter hasil
jumlah polong dan bobot 100 biji, sedangkan perlakuan pada 14 hari setelah tanam
merupakan perlakuan terbaik pada parameter pertumbuhan tinggi tanaman dan
jumlah daun serta parameter hasil bobot polong dan panjang polong.
Kata kunci: Bion-UP, Buncis, Pupuk Hayati, Waktu Pemberian.