Abstract :
Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang umum terjadi di seluruh
dunia. Untuk mengukur kadar gula darah, terdapat beberapa metode. Pengukuran
secara invasif dengan menggunakan glukometer merupakan metode yang efektif
dan akurat yang dapat diakses oleh semua orang. Namun, metode ini dapat
menimbulkan trauma pada pasien karena membutuhkan pengambilan sampel
darah. Pengukuran kadar gula darah secara non-invasif menjadi alternatif untuk
mengatasi masalah ini. Salah satu metode non-invasif adalah NIR (Near Infrared)
spectroscopy. Dalam penelitian ini, sebuah alat berbasis mikrokontroler ESP8266
dan sensor, termasuk pemancar NIR-LED 850nm, 910nm, 980nm, dan 1050nm,
serta fotodiode BPW-34 sebagai penerima cahaya NIR-LED dan sensor yang
dirancang mendukung mode refleksi. Proses pengumpulan data melibatkan 26
relawan pria dan wanita dengan usia 20-25 tahun menggunakan alat yang telah
dirancang. Data yang diambil berupa denyut nadi yang divisualisasikan menjadi
sinyal PPG (Photoplethysmograph) pada ujung jari tangan, pergelangan tangan
atas dan bawah, dan dianalisis berdasarkan hukum Lambert-Beer. Hasil analisis
menunjukkan bahwa pengukuran pada ujung jari tangan menghasilkan sinyal PPG
yang baik. Penggunaan NIR-LED 850nm memiliki galat yang lebih rendah, yaitu
14,98%, dibandingkan dengan pemancar NIR-LED lainnya.
Kata Kunci: Diabetes Melitus (DM), NIR-LED spectroscopy, Hukum Lambert?Beer, Photoplethysmograph