Abstract :
Remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan fisik, psikis, maupun
sosial. Masalah gizi yang terjadi pada remaja putri saat ini akan berdampak pada
masa yang akan datang. Kebiasaan jajan remaja di sekolah menjadi perhatian
karena sebagian besar waktu siang remaja dihabiskan di sekolah. Kebiasaan
konsumsi jajanan dapat berdampak pada defisiensi mikronutrien dan peningkatan
energi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan
konsumsi jajanan di sekolah dengan status gizi remaja putri SMP di Kota
Tasikmalaya. Metode penelitian ini observasional dengan pendekatan cross
sectional. Penentuan sekolah dilakukan secara simple random sampling dan
pemilihan subjek menggunakan teknik proportional random sampling dengan
jumlah sampel sebanyak 366 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner,
stadiometer, dan timbangan injak digital. Analisis data menggunakan uji rank
spearman dan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang
linier dan berpola positif antara kebiasaan konsumsi jajanan dengan status gizi
remaja putri (p=0,001, r=0,274), hasil uji multivariat dengan regresi linier diketahui
pada pemodelan terakhir, variabel yang berhubungan dengan status gizi yaitu
kebiasaan konsumsi jajanan (p=0,001), konsumsi energi jajanan (p=0,001), dan
aktivitas fisik (p=0,002) dengan nilai R2=0,213, artinya variabel kebiasaan
konsumsi jajanan, konsumsi energi jajanan, dan aktivitas fisik berpengaruh 21,3%
terhadap status gizi. Kesimpulan ada hubungan antara kebiasaan konsumsi jajanan
di sekolah dengan status gizi remaja putri SMP di Kota Tasikmalaya, serta ada
hubungan antara variabel confounding yang terdiri dari konsumsi energi jajanan
dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja putri SMP di Kota Tasikmalaya.
Diharapkan siswa memiliki kesadaran untuk mengonsumsi makanan sesuai dengan
pedoman gizi seimbang.
Kata Kunci: Kebiasaan Konsumsi Jajanan, Remaja, Status Gizi