Abstract :
Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Pada masa
remaja, khususnya remaja putri di Indonesia sedang dihadapkan tiga masalah gizi,
yaitu gizi kurang, defisiensi mikronutrien seperti anemia gizi, dan gizi lebih
(kegemukan dan obesitas). Overweight adalah keadaan fisiologis yang disebabkan
oleh penumpukan lemak didalam jaringan tubuh. Data Riskesdas 2018
menunjukkan prevalensi overweight pada remaja usia 13-15 tahun di Indonesia
mengalami peningkatan (11,2%). Penyebab overweight adalah konsumsi SSB,
karena gula yang terkandung dalam SSB jika diserap oleh tubuh secara berlebihan
akan disimpan dalam bentuk lemak dibawah jaringan kulit. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan konsumsi Sugar
Sweetened Beverage (SSB) dengan kejadian overweight pada remaja putri usia
13-15 tahun di SMP Negeri Kota Tasikmalaya. Penelitian ini bersifat analitik
menggunakan desain cross sectional yaitu variabel dependen, variabel
independen, dan variabel confounding dilakukan pada waktu yang sama.
Pengambilan sampel sekolah dilakukan secara purposive. Pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi?square dan pemodelan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada
hubungan antara kebiasaan konsumsi SSB dengan kejadian overweight (p= 0,000)
dengan nilai OR 3,808 yang berarti remaja yang mengonsumsi SSB berisiko 3,8
kali mengalami overweight. Asupan gula SSB merupakan penyebab yang paling
dominan terhadap kejadian overweight memiliki nilai OR yang paling tinggi yaitu
sebesar 42,398 yang berarti bahwa remaja dengan asupan gula SSB kategori lebih
akan berisiko 42,398 kali lebih besar mengalami overweight. Kesimpulan
penelitian ini ada hubungan antara kebiasaan konsumsi SSB dengan kejadian
overweight pada remaja putri. Saran penelitian ini adalah diharapkan siswa dapat
memperhatikan konsumsi dari SSB, dan asupan makan sehari-hari.
Kata Kunci: Overweight, Remaja Putri, SSB