Abstract :
Jeruk siam (Citrus nobilis Blanco) merupakan tanaman buah tahunan yang berasal
dari Asia. Di Indonesia sebagai negara beriklim tropis mengenal buah jeruk siam
sebagai buah yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan serat dan vitamin harian.
Kendala utama dari jeruk siam untuk dikembangkan adalah adanya hama utama
lalat buah (Bactrocera spp.). Pengendalian lalat buah dapat dilakukan dengan
menggunakan atraktan, seperti penggunaan eco-enzyme yang mengandung alkohol
organik, atraktan golongan feed trap yang menarik lalat buah dengan aroma
makanan, dan atraktan daun selasih sebagai tumbuhan yang mengandung feromon
lalat buah (Bactrocera spp.). Atraktan tersebut dapat membantu mengurangi
populasi lalat buah dan digunakan sebagai pengendali hama yang ramah
lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di kebun jeruk siam milik petani jeruk yang
berada di Kampung Talun, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut pada bulan
Maret sampai April 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok
(RAK) dengan 4 perlakuan dan diulang 6 kali sehingga terdapat 24 plot percobaan
dengan populasi perangkap sebanyak 144 perangkap. Perlakuan yang dicoba adalah
A (kontrol /tanpa atraktan), B (atraktan eco-enzyme), C (atraktan bubur pisang), dan
D (atraktan ekstrak daun selasih). Parameter pengamatan pada penelitian ini adalah
jumlah keseluruhan lalat buah Bactrocera spp. yang terperangkap, jumlah setiap
spesies lalat buah Bactrocera spp. yang terperangkap, dan nisbah kelamin lalat buah
(Bactrocera spp.). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun selasih merupakan
atraktan yang paling berpotensi dalam memerangkap lalat buah (Bactrocera spp.)
pada perkebunan jeruk siam (Citrus nobilis Blanco).
Kata kunci: Atraktan, Bactrocera spp., jeruk siam, perangkap