Abstract :
Pengembangan Modul Pembelajaran Geografi terintegrasi dengan Al-Qur'an di
MAN 1 Darussalam Ciamis menjadi kebutuhan progam Intensive Science Class
(ISC) sebagai progam unggulan dalam bidang sains yang mengintegrasikan
dengan agama dilingkungan MAN 1 Darussalam Ciamis selain dari pada Progam
Keagamaan (PK) yang merupakan progam nasional di bawah langsung
Kementerian Agama. Hingga saat ini progam Intensive Science Class (ISC)
belum memiliki modul khusus geografi terintegrasi dengan Al-Qur'an. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan modul pembelajaran
Geografi pada materi litosfer dalam perspektif Al-Qur'an di Progam Intensive
Science Class (ISC) MAN 1 Darussalam Ciamis untuk mengetahui pemanfaatan
Modul Pembelajaran Geografi Pada Materi Litosfer dalam Perspektif Al-Qur'an di
Progam Intensive Science Class (ISC) MAN 1 Darussalam Ciamis dan untuk
mengetahui pengembangan modul pembelajaran Geografi Pada materi litosfer
dalam perspektif Al-Qur'an dapat meningkatkan minat belajar siswa di Progam
Intensive Science Class (ISC) MAN 1 Darussalam Ciamis. Model pengembangan
yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan (Research and
Development) ini menggunakan model pengembangan Hannafin dan Peck yaitu
model desain pembelajaran yang terdiri dari pada tiga fase yaitu fase Analisis
keperluan, fase desain, fase pengembangan dan implementasi. Adapun subjek
penelitian terdiri dari ahli geografi, ahli Al-Qur'an, ahli desain, guru bidang studi
geografi dan siswa jurusan IPS di Progam Intensive Science Class (ISC) MAN 1
Darussalam Ciamis. Hasil penelitian telah berhasil membuat modul materi litosfer
terintegrasi Al-Qur'an yang teruji oleh validator dengan tingkat kevalidan yaitu
ahli geografi 89,2 %, ahli Al-Qur'an 80 %, ahli desain 71,1 % dan guru bidang
studi 93,3 %. Adapun pemanfaatan modul digunakan untuk (1) kegiatan belajar di
kelas dengan sistem tutorial (2) kegiatan peer teaching (3) kegiatan Kompetisi
Sains Madrasah (KSM) (4) kegiatan Intensive Science Class Constellation. Selain
itu modul ini dapat meningkatkan minat belajar siswa dari hasil perhitungan
menunjukan bahwa modul integratif memiliki ketertarikan 84,9 % dengan
demikian modul dapat meningkatkan minat belajar.
Kata kunci: Pengembangan Modul, Integrasi Al-Qur'an, Intensive Science Class
(ISC)