Abstract :
Kulit buah manggis memiliki beragam kelebihan, salah satunya ialah memiliki
kandungan senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antibakteri. Percobaan ini
bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah manggis
(Garcinia mangostana L.) terhadap bakteri penyebab hawar daun padi
(Xanthomonas oryzae pv. Oryzae) pada suhu dan lama simpan buah berbeda, dan
untuk mengetahui interaksi dari kedua perlakuan tersebut. Percobaan ini
dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2018 di Laboratorium Dasar
Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya dan Laboratorium
Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah metode eksperimental
dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara
faktorial, dengan dua faktor perlakuan yaitu : faktor pertama suhu penyimpanan
dengan 3 taraf (0 ?C, 13,5 ?C dan 27 ?C), dan faktor kedua lama penyimpanan
dengan 3 taraf (1 hari, 7 hari, dan 14 hari), serta masing-masing diulang sebanyak
3 kali. Pengamatan utama pada percobaan ini meliputi pengamatan diameter zona
hambat dan kadar hambat minimum (KHM). Hasil percobaan menunjukkan
terjadi pengaruh interaksi yang sangat nyata antara perlakuan suhu dan lama
penyimpanan terhadap aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah manggis. Adapun
kombinasi perlakuan terbaik ialah buah yang disimpan pada suhu 13,5 ?C selama
7 hari dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 24,46 mm dan nilai kadar
hambat minimum sebesar 25%.
Kata Kunci: antibakteri, in vitro, ekstrak kulit buah manggis, suhu simpan, lama
simpan
ii
?ABSTRACT
MUHAMMAD IRFAN, 2018. The In Vitro Test of Antibacterial Activity of
Mangosteen Pericarp Extract (Garcinia mangostana L.) Against Rice Leaf Blight
Bacteria (Xanthomonas oryzae pv. Oryzae) at Various Temperature and Duration
of Fruit Storage. Under guidance of ADAM SAEPUDIN and DEDI
NATAWIJAYA.
Mangosteen pericarp has many advantages, one of them is the bioactive contents
that can be used as antibacterial agent. The purpose of this study is to examine the
antibacterial activity of mangosteen pericarp extract (Garcinia mangostana L.)
against rice leaf blight bacteria (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) at different
temperature and duration of fruit storage, and to determine the interaction of the
both treatments. This study was conducted from February to June 2018 in the
Base Laboratory, Agriculture Faculty, Siliwangi University Tasikmalaya and the
Laboratory of Food Technology, Agriculture Faculty, University of Jenderal
Soedirman Purwokerto. The research design was experimental method with
Completely Randomized Design (CRD) arranged as factorial, with two treatment
factors: the first factor was storage temperature with 3 levels (0 ?C, 13,5 ?C, and
27 ?C), and the second factor was storage duration with 3 levels (1 day, 7 days,
and 14 days), and each of them were replicated 3 times. The main observations of
this study include the diameter of bacterial inhibitory zone, and minimum
inhibitory concentration (MIC). The results showed there was significant
influence of interaction between the treatment of storage temperature and storage
duration towards the antibacterial activity of mangosteen pericarp extract. The
best treatment was showed by the fruits that was kept in 13,5 ?C temperature
during 7 days of storage, with the average of diameter of inhibitory zone was
24,46 mm and the minimum inhibitory concentration was 25%.
Keywords: antibacteria, in vitro, mangosteen pericarp extract, temperature
storage, duration storage
iii
?