Abstract :
Aktivitas pasar Leuwiliang yang ramai membuat lalu lintas di depan pasar menjadi
sangat padat seperti kemacetan, penurunan kecepatan, perilaku pejalan kaki, serta
hambatan samping lainnya. Hambatan samping yang berada di sepanjang jalan akan
sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas di depan pasar karena jalan yang
seharusnya digunakan untuk kendaraan yang lewat harus tersita akibat beberapa
angkutan umum dan kendaraan yang berhenti di samping jalan. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui pengaruh hambatan samping terhadap kapasitas jalan
dan memberikan altematif pemecahan terhadap permasalahan yang ditimbulkan
akibat faktor hambatan samping dengan menggunakan pedoman Manual Kapasitas
Jalan Indonesia (1997). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Volume
kendaraan tertinggi terjadi pada hari Minggu yaitu sebesar 1177,65 smp/jam,
dengan kecepatan arus bebas (FV) = 38,7 km/jam. Kapasitas (C) = 1421,58
smp/jam, derajat kejenuhan (DS) = 0,83 (D). Hal ini menunjukkan bahwa pada ruas
jalan Leuwiliang ini arus kendaraan mendekati arus yang tidak stabil dengan
volume kendaraan cukup tinggi mendekati kapasitas jalan yang ada. Untuk
menurunkan derajat kejenuhan pada ruas jalan ini, dilakukan solusi untuk
menghilangkan/mengurangi Kendaraan parkir atau berhenti di badan jalan (PSV).
Hasil analisis alternatif solusi menyebabkan kecepatan arus bebas (FV) naik dari
38,7 km/jam menjadi 41,85 Km/jam, kapasitas (C) naik dari 1421,58 smp/jam
menjadi 1520,76 Smp/jam, dan derajat kejenuhan (DS) turun dari 0,83 (D) menjadi
0,77 (D).
Kata Kunci : Derajat Kejenuhan, Hambatan Samping, Volume Lalu
Lintas