Abstract :
ABSTAK
Budidaya ayam telur yang umum di masyarakat tergolong masih konvensional, jenis tipe kandang mempengaruhi nilai produksi dari ayam petelur, mulai dari telur yang hilang bahkan pecah, masyarakat mengenal 2 tipe kandang yang populer digunakan yaitu tipe kandang postal, dan tipe kandang baterai, hal untuk meminamlisir kerusakan telur menggunakan tipe baterai, Namun dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini 4.0, memungkinkan adanya penerapan sistem otomatisasi pada proses penghitungan telur untuk memudahkan dalam melihat data jumlah telur dengan data sebelumnya atau data data terbaru dengan secara offine dan online, sehingga petugas dapat mengurangi kerjanya dalam melakukan penghitungan dan pencatatan data jumlah telur, dengan mengetahui jumlah telur yang dihasilkan dengan data terbaru, sehingga petugas memudahkan untuk mengetahui jumlah telur yang di distribusikan maka pada penelitian kali ini akan dibuat sebuah alat monitoring dapat menghitung jumlah telur secara otomatis berbasis internet of things (IoT), menggunakan NodeMCU sebagai mikrokontroler, sensor photodioda sebagai input penghitung telur, pada alat ini besar data diuji yang digunakan sebesar 66 byte namun maksimal data yang dapat dikirim sebesar 507 byte, Untuk monitoring kondisi offline data dapat dilihat menggunakan LCD 20x4. Untuk melihat data secara Online dapat dilihat menggunakan Antares. Alat ini akan bekerja normal pada saat ON dan tidak dapat menghitung telur jika dalam kondisi OFF. Sensor photodioda dapat menghitung telur sesuai, pada jumlah, pengujian pengiriman data berdasarkan kategori kuat sinyal diketahui, bahwa besar data dan kuat sinyal mempengaruhi pengiriman, dimana semakin besar data yang dikirim dan semakin makin lemah sinyal maka pengirimananya akan lebih lama, dibandingkan dengan data kecil dimana semakin kecil data dikirim dan sinyal kuat maka pengiriman lebih cepat.
Kata kunci: Ayam petelur, Internet of things (IoT), Monitoring, NodeMCU,
Sensor Photodioda.