Abstract :
Permasalahan pokok dalam penelitian ini mengenai kemampuan berpikir analitis peserta didik yang masih sangat rendah, adapun tujuannya untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir analitis peserta didik melalui penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dengan model pembelajaran Creative Problem Solving. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan teknik pengumpulan data berupa tes uraian. Adapun populasi dalam penelitian ini sebanyak 132 peserta didik dimana teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dimana terdapat 96 peserta didik yang terbagi pada kelas eksperimen model Problem Based Learning yaitu kelas XI IPS 3 yang berjumlah 32 peserta didik dan kelas eksperimen model Creative Problem Solving yaitu kelas XI IPS 4 serta kelas kontrol model konvensional sebagai pembanding yaitu kelas XI IPS 1 yang berjumlah 32 peserta didik. Sedangkan untuk uji hipotesis menggunakan uji Paired Samples T-Tes untuk kelas eksperimen Problem Based Learning, kelas eksperimen Creative Problem Solving, dan kelas konvensional, sedangkan untuk N-Gain menggunakan uji Independent Samples T-Tes, untuk taraf signifikan 5% atau 0,05. Hipotesis diperoleh Sig. (2-tailed) sebesar 0,192 maka Sig. (2-tailed) > 0,05 maka Ho diterima, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir analitis di kelas eksperimen pertama dan di kelas eksperimen kedua sesudah perlakuan.
Kata Kunci: Problem Based Learning, Creative Problem Solving, Berpikir Analitis