Abstract :
ABSTRAK
Web server sering kali menjadi sasaran penyerangan Denial of Service (DoS) sehingga menjadi sulit diakses karena kehabisan sumber daya. Kondisi tersebut membuat client tidak dapat mengakses data apa pun dari server. Penerapan Intrusion Detection System (IDS) merupakan salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut. Pemilihan tools IDS yang tepat, penting dilakukan sebelum diterapkan pada jaringan komputer, karena setiap tools mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tujuan dari penelitian ini untuk mengukur kinerja tools IDS. Snort dan Suricata dipilih untuk digunakan pada percobaan dalam penelitian ini yang diuji dengan tiga jenis serangan Denial of Service (DoS) : syn flooding, XMAS flood, dan slowloris. Hasil dari percobaan pada penelitian ini, menunjukan snort mempunyai performa deteksi yang lebih baik terhadap serangan xmas flood sebesar 4,9% yang terdeteksi dari total paket yang dikirim dan memiliki penggunaan CPU yang lebih rendah dari suricata terhadap serangan syn flooding dan xmas flood dengan penggunaannya sebesar 53,05% untuk syn flooding dan 70,42% untuk serangan xmas flood. Berdasarkan serangan slowloris aplikasi terbaik untuk mendeteksi serangan ini adalah suricata, performa deteksi yang baik pada aplikasi suricata disertai dengan penggunaan CPU dan memori yang lebih rendah yaitu 7,6% penggunaan CPU dan 17% penggunaan memori.
Kata Kunci : Denial of Service , Intrusion Detecting System, Snort, Suricata, Web Server