Abstract :
Materi pembelajaran cerpen yang diberikan oleh guru hendaknya sesuai dengan kompetensi yang akan diberikan kepada peserta didik. Salah satu materi yang diberikan dalam pembelajaran cerpen adalah tentang unsur intrinsik cerpen. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur yang dimaksud, misalnya tema, latar, tokoh dan penokohan, alur, sudut pandang, dan amanat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih ada teks dalam bahan ajar yang tidak sesuai dengan kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah unsur intrinsik dalam kumpulan cerpen Media Indonesia terbitan Kompas dapat dijadikan sebagai bahan ajar sastra di SMA kelas XI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik penelitian studi pustaka, dan analisis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa unsur intrinsik yang terdapat dalam kumpulan cerpen Media Indonesia 2015 terbitan Kompas dapat dijadikan sebagai bahan ajar sastra di kelas XI SMA. Hal ini didasarkan pada hasil analisis kesesuaian unsur intrinsik dengan kesesuaian aspek KIdan KD, dan kriteria bahan ajar sastra yang meliputi aspek bahasa, aspek perkembangan psikologi siswa, serta aspek latar belakang budaya yang terdapat pada cerpen. Berdasarkan analisis tersebut, cerpen yang memiliki kesesuaian dengan KI, KD dan kriteria bahan ajar sastra adalah cerpen Haji Gusuran, Pelajaran Berladang Kol, Perkara Batu dan Telur, dan Pohon Jodoh. Hal ini juga didasari dari hasil validasi bahan ajar berupa Handout yang memuat keempat cerpen tersebut dengan kriteria valid. Berdasarkan fakta tersebut peneliti menyimpulkan bahwa hasil kajian unsur intrinsik kumpulan cerpen Media Indonesia terbitan Kompas dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar sastra di SMA kelas XI.