Abstract :
ABSTRAK
Elina Octapiani. 2020. PENINGKATAN KEMAMPUAN MENELAAH POLA PENYAJIAN DAN KAIDAH KEBAHASAAN TEKS IKLAN SERTA MENYAJIKAN TEKS IKLAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVMENT DIVISION (STAD) PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 12 TASIKMALAYA TAHUN AJARAN 2019/2020. (Penelitian Tindakan Kelas pada peserta Didik Kelas VIII-G SMP Negeri 12 Tasikmalaya Tahun Ajaran 2019/2020). Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Siliwangi.
Kemampuan menelaah pola penyajian dan kaidah kebahasaan teks iklan serta menyajikan teks iklan merupakan kompetensi dasar mata pelajaran bahasa Indoneisa dalam kurikulum 2013 yang harus dikuasai peserta didik kelas VIII. Namun kenyataannya, di SMP Negeri 12 Taskmalaya masih banyak peserta didik yang belum mampu menelaah pola penyajian dan kaidah kebahasaan teks iklan serta menyajikan isi teks iklan. Rumusan masalah penelitian ini adalah Dapatkah model pembelajaran Student Team Achievment Division meningkatkan kemampuan menelaah pola penyajian dan kaidah kebahasaan teks iklan pada peserta didik kelas VIII-G SMP Negeri 12 Tasikmalaya tahun ajaran 2019/2020. Dapatkah model pembelajaran Student Team Achievment Division meningkatkan kemampuan menyajikan teks iklan pada peserta didik kelas VIII-G SMP Negeri 12 Tasikmalaya tahun ajaran 2019/2020.
Penelitian yang penulis lakukan mempunyai tujuan untuk mengetahui dapat atau tidaknya model pembelajaran Student Team Achievment Division meningkatkan kemampuan menelaah pola penyajian dan kaidah kebahasaan teks iklan pada peserta didik kelas VIII-G SMP Negeri 12 Tasikmalaya tahun ajaran 2019/2020. Dan untuk mengetahui dapat atau tidaknya model pembelajaran Student Team Achievment Division meningkatkan kemampuan menyajikan teks iklan pada peserta didik kelas VIII-G SMP Negeri 12 Tasikmalaya tahun ajaran 2019/2020.
Berdasarkan hasil perolehan data pada siklus kesatu pertemuan pertama KD 3.4, 10 orang peserta didik (31%) yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal KKM dan 22 orang peserta didik (69%) yang sudah mencapai riteria ketuntasan minimal KKM. Sedangkan pada siklus kesatu pertemuan kedua KD 4.4, 13 orang peserta didik (41%) yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal KKM dan 19 orang peserta didik (59%) yang sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal KKM Siklus kedua pertemuan pertama, KD 3.3, seluruh peserta didik (100%) sudah mencapai KKM, dan pertemuan kedua KD 4.3, seluruh peserta didik (100%) sudah mencapai KKM sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal KKM yang di tetapkan yaitu 77, hipotesis tindakan yang penulis rumuskan dapat dibuktikan keberhasilanya.