Abstract :
ABSTRAK
Milfa Agista(2022). Analisis Peranan BMT Sahabat Kita Semua Dalam
Pemberdayaan UMKM di Era New No rmal Covid-19. Program Studi
Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Siliwangi.
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki potensi untuk
meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan pendapatan sehingga mampu diyakini
dapat membantu menyelamatkan dan mensejahterakan masyarakat dari
kemiskinan. Namun, banyak kendala yang terjadi yang dialami UMKM baik secara
internal maupun eksternal sehingga dinilai belum mampu berdaya saing tinggi
untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta pendapatan masyarakat. Salah satu
faktor yang menghambat perkembangan UMKM pada saat ini adalah terjadinya
pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan minimnya modal yang dimiliki dan
sulitnya mencari modal bagi para pelaku UMKM. Untuk itu salah satu
pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah dengan keberadaanya lembaga
keuangan mikro seperti Baitul Maal wa Tamwil (BMT) yang berperan penting
dalam kemajuan para pelaku UMKM. Lembaga BMT dalam menjalankan perannya
sebagai lembaga keuangan syariah dengan membantu memberikan modal kepada
para pelaku UMKM untuk menjalankan usahanya. Maka peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian mengenai analisis peranan BMT Sahabat Kita Semua dalam
pemberdayaan UMKM di era new normal covid-19. Metode penelitian yang
digunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskripstif. Sumber
data yang digunakan yaitu manajer, bagian teller, bagian analis pembiayaan dan
nasabah para pelaku UMKM yang berada dibawah kemitraan BMT Sahabat Kita
Semua. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, angket dan
dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan oleh peneliti pada
BMT Sahabat Kita Semua, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa analisis
peranan BMT Sahabat Kita Semua dalam pemberdayaan UMKM, BMT Sahabat
Kita Semua sebagai lembaga keuangan mikro syariah, mempunyai peranan dalam
memberikan pembiayaan ekonomi bagi anggota yang melakukan usaha, tetapi
BMT Sahabat Kita Semua hanya sebatas pemberian modal pada sektor komersil
saja, tidak disertai dengan sistem pendampingan ataupun pembinaan terhadap usaha
anggotanya, sehingga peran BMT dalam memberdayakan UMKM belum
maksimal.
Kata Kunci : UMKM, BMT, Pemberdayaan Masyarakat