Abstract :
ABSTRAK
AZMI ZULFIA RAHMAN. 2021. Exploring English Program Conducting by
Central Language Improvement (CLI) in an Islamic Boarding School at
Tasikmalaya Indonesia; A Study from an Ethnographic Perspectives. Jurusan
Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP),
Universitas Siliwangi, Tasikmalaya.
Saat ini, banyak pondok pesantren yang mewajibkan siswa berkomunikasi
menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Seperti salah satu
pesantren yang terletak di Tasikmalaya menggunakan bahasa Arab dan bahasa
Inggris dalam komunikasi sehari-hari. Tetapi, karena kemampuan siswa dalam
berkomunikasi bahasa Inggris kurang memadai, maka pondok pesantren ini
menyelenggarakan program untuk melatih bahasa Inggris siswa. Penelitian ini
berfokus pada program bahasa Inggris yang ditinjau dari perspektif Etnografi untuk
mengetahui deskripsi program secara lengkap sehingga dapat dijadikan contoh
untuk pondok pesantren lain dalam merancang program sejenis. Penelitian ini
menggunakan studi kasus etnografi sebagai metode penelitian. Metode
pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara pertanyaan terbuka, dan
dokumentasi. Terdapat tiga peserta yang terlibat dalam penelitian ini, mereka
adalah siswa pengurus bahasa di pondok pesantren tersebut. Data analisis
menggunakan Miles dan Huberman (1994). Hasil penelitian menunjukan bahwa
tujuan diadakannya program bahasa Inggris agar siswa mampu berbicara bahasa
Inggris dalam konteks komunikasi dalam kehidupan sehari-hari di pondok
pesantren. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum pondok modern Gontor.
Materi yang diberikan berdasar pada pelatihan berbicara bahasa Inggris siswa
dalam kehidupan sehari-hari dengan penguasaan kosa kata melalui kegiatan;
listening to a song, singing a song, conversation, daily vocabulary, giving idioms,
giving slang language, correcting language, dan spelling bee. Pendekatan
kontekstual digunakan dalam setiap kegiatan dengan menggunakan beberapa
metode yaitu; task based learning, discussion dan direct method. Guru dan murid
berperan penting dalam pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran tercapai.
Lingkungan berbahasa dikuatkan oleh aturan dan konsekuensi sehingga siswa
mampu mengaplikasikan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari dengan baik.
Pada akhirnya, para guru mengimplementasikan silabus, materi, dan metode dalam
program bahasa Inggris dan memonitor praktik komunikasi bahasa Inggris siswa
dengan memberi sanksi kepada siswa yang melanggar. Selain bahasa Inggris
sebagai bahasa komunikasi dipondok pesantren ini, bahasa Arab pula menjadi
bahasa komunikasi yang bahkan lebih banyak diminati oleh siswa-siswi dipondok
pesantren ini.
Kata kunci: Program bahasa inggris, pondok pesantren, perspektif etnografi