Abstract :
PERENCANAAN REKATIVASI JALAN REL KERETA API RUTE
RANCAEKEK ? TANJUNGSARI STA 0+000 ? STA 11+232
Ridho Alhuda Amirullah1
, Herianto, Ir., M.T.2
, Hendra, S.T., M.Sc.2
,
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Siliwangi
Jalan Siliwangi No. 24 Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
E-mail : amirullah0611@gmail.com
ABSTRAK
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berniat mengaktifkan kembali jalur kereta
api rute Rancaekek-Tanjungsari yang sejak zaman penjajahan jepang sudah tidak
beroprasi lagi melalui Raperda No. 22 Tahun 2010 tentang RTRW Jawa Barat
(2009 ? 2029). Hal tersebut selaras dengan rencana untuk memudahkan akses
menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Dengan adanya jalur el
kereta api ekonomi sebagai angkutan massal diharapkan dapat mengurangi jumlah
kendaraan pribadi, sehingga mengurangi kemacetan di jalan Raya Cierbon?Bandung.
Dalam perencanaan jalur rel Rancaekek-tanjungsari diperlukan
pengumpulan data sekunder berupa peta tata guna lahan, topografi, dan curah hujan
Rancaekek-Tanjungsari. Data yang diperoleh digunakan untuk merencanakan
penentuan trase, perhitungan alinyemen horizontal dan vertikal, perencanaan
struktur jalan rel, serta perencanaan drainase jalan rel.
Dari hasil analisis, jalur baru direncanakan tetapi masih mengikuti jalur
eksisting Rancaekek-tanjungsari. Dalam perhitungan geometrik, jalur kereta api
termasuk ke dalam kategori kelas jalan III dengan panjang jalur 11.272 km,
kecepatan rencana 100 km/jam dengan 8 tikungan menggunakan lengkung Spiral?Circle-Spiral dan R minimum 550 m. Untuk analisis konstruksi, tipe rel yang
digunakan adalah R.54, bantalan produksi PT. Wika Beton tipe N-67. Untuk tebal
lapisan balas 30 cm, tebal sub-balas tidak boleh melebihi 55 cm. Perencanaan
drainase mengunakan sistem saluran samping berbentuk trapesium dengan lebar
permukaan air 192 cm dan kedalaman air 80 cm.
Kata Kunci : Alinyemen, Analisis Konstruksi, Curah Hujan, Drainase,
Geometrik, Jalan Rel, , Reaktivasi.