Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini menampilkan kondisi Politik Identitas Subaltern dengan objek
penelitian kelompok etnis bela diri tradisional yang tengah menghadapi hegemoni dari
dua aliran seni bela diri yang berasal dari luar negeri. Kondisi yang dihadapi kelompok
bela diri tradisional ini tertindas oleh keberadaan dua seni bela diri dari luar tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan
metode observasi dan wawancara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan studi
wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok seni bela diri tradisional tersebut
tersisih dari ekosistem sosial bela diri yang ada di daerahnya, kemudian membentuk
suatu ekosistem sosial terpisah yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil dari seni
bela diri tersebut untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berpengaruh pada eksistensi
dari seni bela diri tersebut.
Kata Kunci : Politik Identitas, Pencak Silat Galuh Panglipur, Politik Subaltern