Abstract :
ANALISIS ULANG DAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN RUNWAY,
TAXIWAY, DAN APRON BANDAR UDARA NUSAWIRU KABUPATEN
PANGANDARAN
Luthfi Nuzul Mubaraq1), Herianto2), Hendra3)
1,2,3Program Studi Teknik Sipil Universitas Siliwangi
e-mail: luthfiaraleg6@gmail.com
ABSTRAK
Adanya rencana program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pangandaran
mendorong perubahan status Bandara Nusawiru dari klas 3 menjadi klas 1, maka
dari itu akan ditata ulang sesuai masterplan bandara ke Kementerian Perhubungan,
Hal ini yang menjadi alasan utama perlunya dilakukan pengembangan di sisi udara
mendukung program tersebut. Tahapan perencanaan diawali dengan peramalan
pergerakan penumpang dan pesawat pada tahun rencana, Jenis perkerasan yang
dipilih untuk runway dan taxiway jenis perkerasan lentur (flexible pavement) dan
untuk apron menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement). ICAO Aerodrome
Design Manuals (Doc 9157) dijadikan sebagai acuan untuk menentukan geometrik
sisi udara. Analisa perbedaan perhitungan dan hasil desain tebal lapisan perkerasan
mengacu pada FAA Advisory Circular No.150/5320-6D dan No.150/5320-6F
dengan bantuan software FAARFIELD. Kesimpulan didapatkan jenis pesawat
rencana yang dijadikan acuan adalah Boeing 737-300, Kebutuhan dimensi pada
runway 3444 x 45 m dengan bahu 7,5 m, dimensi taxiway lebar 15 m dengan
masing-masing bahu 5 m, dengan luas apron yang dibutuhkan 20.295 m2
. Tebal
struktur perkerasan lentur total yang didapat dengan hitungan manual adalah 86,3
cm dan tebal struktur perkerasan menggunakan software FAARFIELD adalah
sebesar 61,5 cm. Tebal struktur perkerasan kaku dengan hitungan manual 66,5 cm
menggunakan software FAARFIELD 56,4 cm. Saluran berbentuk persegi dengan
bahan material beton dipilih menjadi saluran drainase dengan dimensi lebar 160 cm
dan tinggi 250 cm.
Kata Kunci : Boeing 737-300, Drainase, FAARFIELD, Perkerasan Lentur,
Runway, Taxiway, Perkerasan kaku, Apron.