Abstract :
ABSTRAK
RENRA SUNDAYANA NUGRAHA. (2019). ?Peranan Masyarakat Desa
Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Dalam Menumpas Gerakan
DI/TII (1949-1962)?. Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Siliwangi.
Penelitian dan penulisan ini dilatarbelakangi oleh terjadinya peristiwa gerakan
DI/TII di Desa Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis dari Tahun 1949-
1962 yang membuat situasi menjadi tidak aman. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui apa yang melatarbelakangi munculnya gerakan DI/TII di Desa Panjalu
Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis pada tahun 1949. Untuk dapat mengetahui
bagaimana perkembangan gerakan DI/TII di Desa Panjalu Kecamtan Panjalu
Kabupaten Ciamis pada tahun 1950-1961. Untuk dapat mengetahui bagaimana
peranan masyarakat Desa Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis dalam
menumpas gerakan DI/TII pada tahun 1962. Berdasarkan keterangan yang ada
mengenai terjadinya peristiwa gerakan DI/TII pimpinan Sekarmadji Maridjan
Kartosoewirjo, terbukti dinyatakan bersalah telah bertindak makar terhadap
pemerintahan NKRI yang sah serta menebar teror dan ancaman yang meresahkan
terhadap warga masyarakat dalam negeri termasuk juga terhadap warga masyarakat
Desa Panjalu tentu merasa diresahkan. Tindakan dari gerakan DI/TII telah
melanggar hukum dan norma negara bahkan agama hingga menjadi suatu konflik
yang berskala tinggi dalam negeri.
Metode yang digunakan merupakan metode Historis yang terdiri dari empat
tahapan penelitian, yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi.
Berdasarkan penelitian bahwa pada tahun 1949 kemuculan gerakan DI/TII di Desa
Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Gerakan DI/TII yang ada di Desa
Panjalu datang dari dua tempat yang berbeda yaitu dari gunung Sawal dan dari
gunung Cakrabuana sehingga telah menyebabkan dampak buruk dalam berbagai
macam bidang seperti, ekonomi, sosial, dan pendidikan. Perkembangan gerakan
DI/TII pada tahun 1950-1961 di Desa Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten
Ciamis. Desa Panjalu berada dalam keadaan yang tidak aman dan tidak
menenangkan sebagai dampak dan akibat dari kehadiran gerakan DI/TII mulai dari
tahun 1949 sampai dengan tahun 1962. Peranan warga masyarakat Desa Panjalu
dalam menumpas gerakan DI/TII pada tahun 1962. Tahun 1949 hingga pada tahun
1961 upaya tugas penumpasan terhadap gerakan DI/TII hanya dilaksanakan oleh
aparat keamanan, dan pada tahun 1962 telah turun perintah bagi rakyat atau warga
masyarakat termasuk warga masyarakat Desa Panjalu untuk diikutsertakan dalam
upaya penumpasan gerakan DI/TII yang dikenal dengan sebutan operasi Pagar
Betis. Warga masyarakat Desa Panjalu sudah melaksanakan tugas dalam
menumpas gerakan DI/TII sehingga dengan itu telah terbukti bahwa ada peranan
dari warga masyarakat Desa panjalu dalam menumpas gerakan DI/TII yang telah
dilakukan di dua tempat berbeda yaitu di gunung Sawal dan gunung Cakrabuana.
Kata Kunci: Masyarakat Desa Panjalu, Menumpas dan Gerakan DI/TII.