Abstract :
ABSTRAK
PENGARUH DOSIS DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK
CAIR (POC) CAMPURAN LIMBAH INDUSTRI TEMPE DAN LIMBAH
BUAH PEPAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN
KAILAN (Brassica oleracea Var. Alboglabra)
Oleh
Aghnia Nur Fajari
NPM 175001072
Dosen Pembimbing :
Adam Saepudin
Dedi Natawijaya
Limbah cair industri tempe merupakan buangan dari proses pengolahan tempe yang
umumnya dibuang ke lingkungan sekitarnya, terutama ke perairan atau ke sungai
yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Limbah buah pepaya
merupakan bahan buangan yang biasanya dibuang secara open dumping tanpa
pengelolaan lebih lanjut sehingga akan menyebabkan gangguan lingkungan dan bau
tidak sedap. Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan
maka perlu adanya pemanfaatan limbah dengan cara digunakan sebagai bahan
pembuatan pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi
antara dosis dan frekuensi pemberian pupuk organik cair (POC) limbah industri
tempe dan limbah buah pepaya serta mengetahui dosis dan frekuensi pemberian
yang paling baik pada pertumbuhan dan hasil kailan (Brassica oleracea). Penelitian
ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial diulang
sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah dosis POC limbah industri tempe dan
limbah buah pepaya yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 0 ml/tanaman/aplikasi, 10
ml/tanaman/aplikasi dan 20 ml/tanaman/aplikasi dan faktor kedua yitu frekuensi
pemberian POC limbah industri tempe dan limbah buah pepaya yang terdiri dari 3
taraf yaitu : 3 kali pemberian, 6 kali pemberian dan 9 kali pemberian. Data dianalisis
menggunakan sidik ragam dengan uji F dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda
Duncan dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat
interaksi antara pemberian dosis dengan frekuensi pemberian POC limbah industri
tempe dan limbah buah pepaya terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun,
luas daun, nisbah pupus akar, bobot basah per tanaman dan bobot basah per petak,
tetapi secara mandiri faktor frekuensi pemberian POC limbah industri tempe dan
limbah buah pepaya berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman, luas daun,
bobot basah per tanaman dan bobot basah per petak. Frekuensi 3 kali pemberian
POC limbah industri tempe dan limbah buah pepaya berpengaruh lebih baik
terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan.
Kata Kunci : Kailan, Limbah Buah Pepaya, Limbah Industri Tempe