Abstract :
ABSTRAK
HARTINI. 2022. PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI
TEKNOLOGI BUDIDAYA CABAI UNTUK MENINGKATKAN
PENDAPATAN. (Studi Pada Kelompok Tani Tunggak Semi Dusun
Purwodadi Rt 002 Rw 003 Desa Waringinsari Kecamatan Langensari Kota
Banjar). Jurusan Pendidikan Masyarakat, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan.
Penelitian ini dilatar belakangi dengan kondisi petani yang berada di Desa
Waringinsari Dusun Purwodadi masih menggunakan cara bertani yang
konvensional. Sehingga harus adanya sebuah program pemberdayaan yang
membawa inovasi dalam teknologi pertanian yaitu MPHP (Mulsa Plastik Hitam
Perak) . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemberdayaan
kelompok tani melalui budidaya cabai untuk meningkatkan pendapatan dan juga
mengetahui teknologi budidaya cabai yang digunakan dalam pemberdayaan
kelompok tani untuk meningkatkan pendapatan. Penelitian ini dilakukan karena
ditemukan permasalahan yang dihadapi oleh petani yaitu tidak adanya
peningkatan hasil tani dan juga pendapatan. Penelitian ini adalah penelitian
kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data yang
dilakukan dengan tiga metode yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
Instrumen yang digunakan yaitu pedoman observasi dan wawancara. Teknik
analisis data yang digunakan yaitu tahapan pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data lalu penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil
penelitian proses pemberdayaan kelompok tani dilakukan mulai dari tahap
persiapan, tahap pengkajian, tahap perencanaan alternatif program, tahap
memformalisasi aksi, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap terminasi.
Tahap pelaksanaan pemberdayaan kelompok tani ini melalui penyuluhan dan juga
pelatihan. Teknologi yang digunakan dalam budidaya cabai dalam pemberdayaan
kelompok tani untuk meningkatkan pendapatan yaitu Teknologi MPHP (Mulsa
Plastik Hitam Perak). Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya
peningkatan pendapatan para petani ketika menggunakan Teknolgi MPHP (Mulsa
Plastik Hitam Perak). Pendapatan perbulan petani menggunakan konvensional
yaitu rata-rata Rp. 484.167 dan menggunakan teknologi mulsa pendapatannya
meningkat yaitu menjadi Rp. 1.800.000.
Kata Kunci : Pemberdayaan, Kelompok Tani, Teknologi, Pendapatan