Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui eksistensi perempuan dalam ranah publik atau pekerjaan dalam drama Korea. Penelitian ini menggunakan drama Korea berjudul Jewel in The Palace sebagai objek penelitian yang dilatarbelakangi oleh kecenderungan perempuan yang memiliki kesulitan mendapatkan eksistensinya terutama di ranah publik. Padahal eksistensi bagi perempuan itu sangat penting agar perempuan tidak selalu menjadi kelas dua setelah laki-laki. Penulis merasa tertarik dengan penelitian drama ini karena pentingnya sebuah media untuk menyampaikan suatu pesan kepada khalayak. Landasan teori yang utama dalam penelitian ini yakni feminisme eksistensialisme Simone de Beauvoir yang akan dihubungkan dengan temuan dalam drama, drama Korea, semiotika John Fiske dengan level realitas, level representasi dan level ideologi. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika yaitu semiotika John Fiske sebagai pisau analisis. Objek penelitian yaitu drama Jewel in The Palace dengan 9 episode dan 9 scene yang akan diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, dan studi pustaka serta validitas data menggunakan peningkatan ketekunan. Setelah dilakukan penelitian dalam drama Jewel in The Palace ditemukan adegan-adegan yang menunjukkan unsur-unsur aliran feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir, dan dua faktor penghambat eksistensi perempuan yaitu ideologi patriarki dan ideologi kelas. Ditemukan adanya relevansi antara eksistensi perempuan dalam drama Jewel in The Palace dengan kehidupan perempuan saat ini yaitu walaupun drama Jewel in The Palace berlatar waktu berbeda dengan saat ini, akan tetapi kondisi tersebut masih relevan dengan kondisi perempuan di Korea Selatan maupun di Indonesia sendiri saat ini. Dimana perempuan masih kerap mengalami diskriminasi sehingga sulit untuk mendapatkan eksistensinya terutama dalam bidang pekerjaan.
Kata kunci: Eksistensi Perempuan, Jewel in The Palace, Semiotika