Abstract :
ABSTRAK
Neli Patimah. 2022. PENGARUH PEREMPUAN AKTIVIS ORGANISASI
TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA (STUDI TERHADAP PENGURUS
TIM PENGGRAK PKK DI KECAMATAN TAMANSARI KOTA
TASIKMALAYA). Jurusan Pendidikan Masyarakat, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya.
Partisipasi aktif perempuan dalam sebuah organisasi menjadi salah satu pemicu
permasalahan dalam keluarga karena menyebabkan berkurangnya waktu bersama keluarga,
namun partisipasi aktif tersebut juga dapat menjadi pemicu keharmonisan dalam keluarga.
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh perempuan aktivis
organisasi terhadap keharmonisan keluarga pada pengurus Tim Penggerak PKK di
Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan dengan
menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu
teknik sampling kuota dengan menggunakan sampel sebanyak 50 pengurus TP PKK di
Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Hasil analisis regresi linier sederhana
menunjukan nilai (t) pada variabel perempuan aktivis organisasi memiliki nilai 2.984, dan
nilai probabilitasnya 0.004 yang berarti < nilai alpha 0.05 (5%) sehingga dapat disimpulkan
bahwa H? ditolak yang berarti perempuan aktivis organisasi berpengaruh secara signifikan
terhadap keharmonisan keluarga pada pengurus Tim Penggerak PKK Kecamatan
Tamansari Kota Tasikmalaya. Hasil analisis uji determinasi (R-Square) diperoleh nilai
sebesar 0.156, dengan demikian kontribusi variabel perempuan aktivis organisasi terhadap
keharmonisan keluarga hanya 15,6% sedangkan sisanya 84,4% merupakan kontribusi
variabel lain di luar model pada penelitian ini, diperoleh nilai korelasi sebesar 0.396 yang
menunjukan korelasi atau hubungan yang lemah antara variabel perempuan aktifis
organisasi terhadap keharmonisan keluarga. Bentuk pengaruhnya bersifat positif dilihat
dari nilai t yang berada pada area positif dan berarti bahwa pengaruhnya berbanding lurus,
semakin kuat kemampuan perempuan aktivis organisasi maka semakin kuat pula
keharmonisan keluarganya. Perempuan aktivis organisasi harus memiliki kemampuan
dalam manajemen waktu dan skala proritas serta dapat bersikap adil agar tetap menjaga
keharmonisan keluarganya.
Kata Kunci: Perempuan Aktivis Organisasi, Keharmonisan, Keluarga