DETAIL DOCUMENT
MODEL OPERASIONAL PELATIHAN PADA BALAI LATIHAN KERJA TASIKMALAYA DALAM MENYIAPKAN TENAGA KERJA PROFESIONAL
Total View This Week0
Institusion
Universitas Siliwangi
Author
Fakhira, Hilmi Nur
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2022-11-17 03:40:16 
Abstract :
ABSTRAK HILMI NUR FAKHIRA. 2022. MODEL OPERASIONAL PELATIHAN PADA BALAI LATIHAN KERJA TASIKMALAYA DALAM MENYIAPKAN TENAGA KERJA PROFESIONAL Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi. Menurut Badan Pusat Statistika, angka pengangguran di Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya jumlahnya cukup tinggi, pada daerah kota 27.441 orang dan Kabupaten sebanyak 67.290 orang masih mengalami pengangguran. maka salah satu solusinya yaitu melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja dengan menyiapkan tenaga kerja yang profesional. Untuk keberhasilan penyelenggaraan suatu pelatihan maka dibutuhkan model pelatihan yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana model operasional pelatihan pada Balai Latihan Kerja Tasikmalaya dalam menyiapkan tenaga kerja profesional. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deksriptif, jenis pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan beberapa tahapan seperti reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah model operasional pelatihan yang digunakan oleh Balai Latihan Kerja Tasikmalaya dalam menyiapkan tenaga kerja profesional yaitu dengan Model Pelatihan Berbasis Kompetensi yang artinya pelatihan kerja yang akan berfokus pada hasil akhir. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan menjadi tenaga kerja yang profesional. Jenis pelatihan yang diberikan diantaranya Pelatihan Institusional yang pelaksanaanya dilaksanakan di kantor Balai Latihan Kerja dan Mobile Training Unit (MTU) yang pelaksanaannya di tempat tinggal warga setempat. Dengan langkah-langkah diantaranya : Identifikasi Kebutuhan Pelatihan yang bertujuan untuk melihat dan menentukan pelatihan apa yang akan diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan, Merancang Program Pelatihan seperti membuat kurikulum dan mempersiapkan alat peraga yang dibutuhkan, Melaksanakan Program Pelatihan dengan melakukan seleksi kepada calon peserta pelatihan dan Melakukan Evaluasi Pelatihan berupa evaluasi kejuruan dan evaluasi program. Kesimpulannya dengan model pelatihan berbasis kompetensi yang dilakukan Balai Latihan Kerja Tasikmalaya bisa menjadikan lulusan peserta pelatihan sebagai tenaga kerja yang profesional, sehingga bisa membantu mengurangi angka pengangguran di Tasikmalaya. Kata Kunci: Model pelatihan, Balai Latihan Kerja, Tenaga kerja profesional 
Institution Info

Universitas Siliwangi