Abstract :
ABSTRAK
Meningkatnya angka kasus kekerasan dan pelecehan seksual di Indonesia
melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini. Lamanya proses kejelasan dari
perlindungan payung hukum mengenai isu ini membuat berbagai pihak mendorong
upaya pengesahan UU TPKS yang pada saat itu masih berupa Rancangan Undang?Undang. The body shop Indonesia, sebuah produk kecantikan melakukan aksi
kampanye Shoes in silence sebagai wujud desakan terhadap pemerintah untuk
segera mengesahkan RUU tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan Teori
Gerakan Sosial Baru (GSB) dan Feminisme Liberal. Metode yang digunakan
penelitian kualitatif berpendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan informan
menggunakan purposive sampling. Selanjutnya teknik pengambilan data dilakukan
melalui wawancara serta pengumpulan dokumentasi sebagai arsip data. Validitas
data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini memperlihatkan, dari berbagai aksi dalam mengawal isu
ini sampai akhirnya disahkan menjadi UU TPKS pada 12 April 2022 menjadi bukti
adanya keterlibatan The body shop dalam upaya mendorong pengesahan RUU PKS
menjadi UU TPKS. Gerakan yang dilakukan oleh The body shop ini termasuk
gerakan sosial baru (GSB) yang mana gerakan ini tertarik pada isu bukan gagasan
revolusi serta sesuai dengan karakteristik menurut Pichardo dan The body shop
sebagai brand feminist sejalan dengan feminis liberal yang ingin adanya persamaan
hak sipil yang mana disahkannya UU TPKS bagian dari hak sipil.
Kata Kunci : Gerakan Kampanye Shoes In Silence, The Body Shop Indonesia,
RUU PKS