Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penghapusan mural yang mirip
dengan muka Presiden Joko Widodo dengan bertuliskan 404:Not found. Mural
tersebut dihapus setelah viral di sosial media Twitter dengan tagar
#Jokowi404NotFound. Sontak hal tersebut mendapatkan banyak respon dari
masyarakat yang dinilai saling bertolak belakang dengan negara Indonesia yang
menganut sistem Demokrasi. Dibungkamnya wadah aspirasi warga negara di ruang
publik untuk menyampaikan kritik sosial, menjelaskan betapa semunya kondisi
penerapan demokrasi politik nasional. Dalam hal ini, penulis tertarik menggunakan
pemikiran Jurgen Habermas tentang teori kritis dalam paradigma tindakan
komunikatif, yang menjadi tinjauan permasalahan di atas. Jurgen Habermas adalah
generasi kedua dari aliran Frankfurt sekaligus sosok yang merevisi berbagai
pemikiran tokoh aliran Frankfurt generasi pertama, salah satu gagasannya adalah
mengenai communicative rational action. Adapun penelitian ini adalah untuk
mengungkapkan, menjelaskan dan menganalisis demokrasi era Joko Widodo, hasil
dari pemikiran Jurgen Habermas tentang teori kritis dalam paradigma komunikatif.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library Research) yaitu dengan cara
meneliti, membaca dan memahami buku-buku yang berkenaan dengan judul
penelitian tersebut. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan
semiotika sosial Halliday yang didapat dari pemberitaan dimana sudut pandang
Jurgen Habermas digunakan untuk menganalisis objek penelitian. Objek penelitian
itu sendiri adalah ruang publik penghapusan mural dalam konteks demokrasi.
Dilihat dari perspektif Teori Tindakan Komunikatif Jurgen Habermas, hasil analisis
melalui pemberitaan menunjukkan bahwa penghapusan mural yang dilakukan
aparat kepolisian dan memburu senimannya tidak memenuhi salah satu dari validity
claims yang menjadi syarat untuk memperoleh tindakan yang rasional dalam
berkomunikasi dan gagal mencapai pemahaman (konsensus).
Kata Kunci: Ruang Publik dalam Konteks Demokrasi, Mural, Jurgen Habermas,
Teori Kritis Paradigma Tindakan Komunikatif, Semiotika Sosial