Abstract :
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana konflik yang terjadi
antara masyarakat Cisapi Kelurahan Gununggede Kecamatan Kawalu Kota
Tasikmalaya dengan Yayasan Bakti dalam melakukan Aksi Penolakan
Pengkremasian Korban Covid-19 baik itu sebab akibat terjadinya konflik, aktor
yang terlibat dalam konflik, dan solusi yang dilakukan dalam menyelesaikan
konflik. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Cisapi, Kelurahan Gununggede,
Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Sasaran utama dari penelitian adalah
Kelompok Masyarakat Cisapi, Pengurus Yayasan Bakti, Kepala Kelurahan
Gununggede.
Adapun Teori yang digunakan dalam penelitian yakni teori konflik sosial
menurut Lewis. A Coser dimana teori tersebut menjelaskan tentang konflik
realistis dan konflik non-realistis . Selain itu, teknik pengumpulan data yang akan
digunakan pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, triangulasi dan
dokumen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
studi kasus dan pendekatan post behavioralisme.
Metode penelitian analisis konflik sosial kelompok masyarakat cisapi
dalam melakukan aksi penolakan pengkremasian korban Covid-19 menggunakan
metode penelitian kualitatif-deskriptif. Metode analisis data yang dipakai
menggunakan metode analisis interactive model dengan susunan analisis yang
pertama yaitu penelaahan sumber data, meredukasi data, dan menarik kesimpulan
atau verifikasi. Kemudian, uji validitas yang digunakan menggunakan teknik
triangulasi sumber, dimana untuk menguji kredibilitas data dengan cara mengecek
data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber yang telah ditentukan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik sosial kelompok masyarakat
masyarakat cisapi dalam melakukan aksi penolakan pengkremasian korban Covid?19 terjadi sejak 2020. Konflik ini dilatarbelakangi karena adanya izin sepihak
untuk melakukan kremasi sehingga masyarakat memberikan tuntutan jaminan
kesehatan kepada pihak Yayasan Bakti. Upaya penyelesaian yang dilakukan
berupa mediasi dan arbitrase. Hasil arbitrase menunjukan Yayasan Bakti akan
memenuhi semua tuntutan dari masyarakat kampung Cisapi.
Kata kunci: Kelompok Masyarakat Cisapi, Konflik Sosial, Covid-19