Abstract :
ABSTRAK
Indonesia merupakan suatu negara yang beranekaragam berbeda suku, ras,
etnis, agama, budaya dan kepercayaan. Indonesia sendiri menganut sistem
multikulturalisme yang dimana merupakan suatu keanekaragaman budaya dan
multikulturalisme juga merupakan sebuah ideologi atau akar untuk meningkatkan
derajat manusia dan kemanusiaannya. Dengan adanya perbedaan dalam suatu
negara tidak jauh dengan adanya suatu konflik, seperti halnya konflik sosial
mahasiswa Papua di Yogyakarta melibatkan ormas, aparat, pemerintah dengan
mahasiswa Papua di asrama kamasan I jl.Kusumanegara, konflik yang awalnya
laten tersebut, berubah menjadi manifest pada tanggal 14 Juli 2016 lalu, konflik ini
sejatinya disebabkan oleh kompleks persoalan dan permasalahan yang hadir
sebelum-sebelumnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana politik identitas itu bisa
terjadi dan apa saja faktor-faktor yang menimbulkan politik identitas itu terjadi.
Urgensi penelitian ini adalah suatu hal yang unik untuk diteliti karena telah terjadi
suatu diskriminasi terhadap Mahasiswa Papua yang ada di Yogyakarta. Pendekatan
penelitiannya menggunakan pendekatan penelitian Fenomenologi dan Post?Behavioral. Teknik pengambilan informan peneliti menggunakan purposive
sampling dan teknik analisisnya melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan mengedepankan
penggalian informasi dan pengalaman menggunakan pendekatan penelitian politik
identitas. Teori yang digunakan yaitu teori politik identitas dan konsep
multikulturalisme.
Kata kunci: Politik Identitas, Mahasiswa Papua, Diskriminasi