Abstract :
RINGKASAN
YOGI SADARYADI (2018). Break Even Point (BEP) Usahatani Mendong
dibawah bimbingan ERI CAHRIAL dan TEDI HARTOYO.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya total, penerimaan, dan
pendapatan yang diperoleh usahatani mendong, titik impas nilai penjualan dan
volume produksi pada usahatani mendong dan besar batas keamanan usahatani
mendong dari titik impas. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus
pada petani mendong di Desa Kamulyan Kecamatan Manonjaya.
Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya total, penerimaan, dan pendapatan yang
diperoleh pada usahatani mendong responden I sebesar Rp 4.662.099,11 ,- Rp
17.686.000,00,- dan Rp 13.023.900,90,- sedangkan biaya total, penerimaan, dan
pendapatan usahatani mendong responden II sebesar Rp 501.397.69,- Rp
1.792.500,00,- dan Rp 1.291.107,31,- . Break Even Point (BEP) pada usahatani
mendong responden I dan responden II masing-masing sebesar Rp 137.822,83,
dan Rp 30. 751,50.- dengan volume produksi masing-masing responden sebanyak
28.83 kg dan 6.43 kg. Margin of Safety (MoS) usahatani mendong responden I
dan responden II masing-masing sebesar sebesar 99.08 persen dan 98.28 persen
Jadi untuk mengalami kerugian hanya 0.78 persen dan 1.72 persen