Abstract :
ABSTRAK
TEGA RAHMA ANUGRAH. 2021. Pengaruh Pertambangan Emas Terhadap Kondisi Lingkungan Desa Cisarua Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya. Jurusan Pendidikan Geografi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Siliwangi.
Latar belakang penelitian ini adalah di Desa Cisarua Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya terdapat aktivitas pertambangan emas tradisional yang cukup potensial. Berdasarkan aktivitasnya, terdapat beberapa tahap untuk proses penambangan yang relatif cukup panjang. Tentu dari proses tersebut untuk hasil pemanfaatan potensi emas yang ada di pertambangan emas tradisional tersebut memiliki pengaruh dan manfaat yang cukup baik untuk pemenuhan kebutuhan perekonomian masyarakat di Desa Cisarua. Tetapi, terdapat pula pengaruh yang kurang menguntungkan bagi lingkungan, yaitu dipengaruhi oleh proses pada aktivitas pertambangan emas tradisional tersebut, tepatnya pada proses pembukaan lahan yang menimbulkan berkurangnya jumlah vegetasi, dan penggalian yang menghasilkan tumpukan material (kaolin) yang mempengaruhi horizon tanah.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan kuisioner. Sampel dalam penelitian ini adalah pemilik/mandor sebanyak 2 orang, pekerja tambang atau penambang 25 , dan masyarakat Desa Cisarua sebanyak 27 orang, dengan total 54 orang.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, proses penambangan emas di Desa Cisarua Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya yaitu penentuan lokasi, pembuatan lokasi, dan penggalian lokasi untuk pertambangan, pengambilan batuan dari kawasan pertambangan, pengolahan meliputi penumbukan, penggilingan, dan pemadatan, pemurnian. Keseluruhan proses dilakukan oleh penambang dengan cara sederhana menggunakan peralatan yang sederhana pula seperti cangkul, palu, pahat, dan lainnya. Pengaruh pertambangan emas terhadap kondisi lingkungan Desa Cisarua Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya yaitu komponen biotik atau penurunan kuantitas vegetasi, komponen abiotik atau penurunan kualitas kondisi lahan.
Adapun saran dari penelitian ini adalah adanya arahan dari pihak pemerintahan kepada pelaku usaha pertambangan tradisional berupa sosialisasi pemanfaatan potensi emas yang minim akan risiko terhadap lingkungan dengan sistematis, serta saran untuk masyarakat agar menyesuaikan tanaman yang akan ditanam dengan mengacu pada tingkat kesesuain lahan seperti lahan di kawasan pertambangan dan menggunakan pupuk untuk menyeimbangkan keasaman tanah.
Kata Kunci: Pertambangan Emas Tradisional, Lingkungan, Desa Cisarua.