Abstract :
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
PEMINATAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2022
NADYA WALIDAH NOOR
HUBUNGAN PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT
(STBM) PILAR 1 DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI
WILAYAH KERJA PUSKESMAS JATILUHUR KOTA BEKASI
ABSTRAK
Pendahuluan: Diare adalah satu diantara penyebab kematian tertinggi pada balita
di Indonesia jika dibandingkan dengan penyakit lainnya. Hal tersebut dapat
dikontrol melalui pengintegrasian intervensi dengan pendekatan sanitasi total.
Pelaksanaan STBM mulai dengan pilar 1 STBM merupakan langkah awal menuju
sanitasi total secara menyeluruh. Tujuan: Mengetahui hubungan program sanitasi
total berbasis masyarakat (STBM) pilar 1 dengan kasus diare pada balita di wilayah
kerja puskesmas Jatiluhur Kota Bekasi. Metode: Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Sampel berjumlah 88
responden yang merupakan ibu balita dimana 44 responden merupakan kelompok
kasus dan 44 responden merupakan kelompok kontrol. Penelitian ini dilaksanakan
selama 1 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jatiluhur Hasil: Berdasarkan penelitian
yang dilakukan, diketahui bahwa terdapat hubungan antara sarana jamban (p?value=0,003), sarana air bersih (p-value=0,000) dan saluran pembuangan air
limbah (p-value=0,000) dengan kejadian diare. Kesimpulan: Dapat disimpulkan
bahwa sarana jamban sehat, sarana air bersih dan saluran pembuangan air limbah
yang tidak memenuhi syarat dapat memicu diare pada balita. Saran: Bagi
Puskesmas Jatiluhur, diharapkan melakukan pemicuan kesehatan mengenai STBM.
Bagi masyarakat, diharapkan untuk berkontribusi dalam pelaksanaan STBM. Bagi
peneliti selanjutnya, diharapkan penelitian selanjutnya dapat menggali faktor
tambahan yang dapat mempengaruhi kejadian diare dan tidak tercakup dalam
penelitian ini.
Kata kunci: Jamban, Air Bersih, Saluran Pembuangan Air Limbah, Diare, STBM,
Balita