Abstract :
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
2022
ABSTRAK
RINI RIYANTI
Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Personal Hygiene Ibu dengan Kejadian
Penyakit Diare pada Balita Usia 12-59 Bulan di wilayah kerja Puskesmas
Bantar Kota Tasikmalaya tahun 2022
Latar Belakang: Diare balita disebabkan oleh sejumlah variabel, salah satunya
adalah kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan, dengan 319 kasus diare balita
pada tahun 2021, UPTD Puskesmas Bantar menempati urutan kedua, dan terdapat
sebanyak 52 kasus dari januari hingga mei tahun 2022, menurut data Dinas
Kesehatan Kota Tasikmalaya. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
memastikan bagaimana kebersihan diri ibu dan fasilitas sanitasi lingkungan
berhubungan dengan terjadinya penyakit diare pada balita antara usia 12-59 bulan
di wilayah kerja Puskesmas Bantar Kota Tasikmalaya pada Tahun 2022. Metode
penelitian ini membahas bagaimana faktor risiko diteliti menggunakan stategi
retroaktif dan menggunakan. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan jenis
penelitian observasional analitis dan pendekatan desain studi kasus kontrol. Efek
(penyakit atau kondisi kesehatan) dicatat sebagai saat ini atau masa lalu. Hasil:
Terdapat korelasi yang signifikan antara prevalensi diare pada balita dengan
ketersediaan sarana air bersih (P=0,000), sarana jamban (P=0,000), sarana
pengolahan limbah sampah (P=0,000), sarana SPAL (P=0,000), praktik mencuci
tangan pakai sabun (P=0,003). Tidak ada hubungan yang signifikan antara
kebiasaan memotong kuku (P=0,291). Saran: Untuk mencegah penyakit
lingkungan seperti diare, penting untuk menyediakan fasilitas air bersih, jamban,
pengolahan sampah, dan SPAL sesuai dengan kriteria kesehatan. Kebersihan
pribadi juga harus dipraktikkan setiap hari.
Kata Kunci : sanitasi lingkungan, personal hygiene, diare balita