Abstract :
ABSTRAK
Peramalan cuaca merupakan hal yang penting bagi kehidupan masyarakat
luas. Oleh karena itu, akurasi dari peramalan cuaca haruslah tinggi. Penelitian
terkait prakiraan cuaca telah beberapakali dilakukan dengan berbagai metode
seperti naïve bayes dan C4.5. Namun, masih terdapat beberapa kekurangan seperti
sedikitnya dataset dan kategori yang digunakan, sehingga akan berpengaruh besar
pada akurasi. Berdasarkan hal itu maka dilakukan optimasi prakiraan cuaca
menggunakan metode ensemble pada algoritma naïve bayes dan C4.5 dengan lima
kategori. Dataset yang digunakan merupakan data cuaca hasil pengamatan dari
BMKG Bandung selama 10 tahun.
Hasil dari penelitian menunjukan penggunaan dataset dari BMKG Bandung
tidak mendapatkan hasil yang maksimal karena nilai dari setiap parameter memiliki
nilai yang hampir sama pada setiap kategori, sehingga membuat pola sulit dikenal
dan diklasifikasikan dengan benar. Hasil klasifikasi dan optimasi menunjukan
akurasi dari naïve bayes adalah 49,45%, sedangkan untuk C4.5 adalah 41,24%.
Hasil akurasi setelah dioptimasi tidak terlalu signifikan. Kenaikan akurasi yang
terjadi pada proses bagging adalah 0,31% untuk naïve bayes dan 4,52% untuk C4.5.
Lalu, kenaikan akurasi pada proses boosting adalah -2,69% untuk naïve bayes dan
-2,42% untuk C4.5. Berdasarkan eksperimen yang dilakukan akurasi tertinggi
didapatkan oleh model bagging Naïve Bayes. Berdasarkan uraian dari hasil
eksperimen penelitian ini, diusulkan untuk mengikut sertakan forecaster yang
sudah berpengalaman dalam penelitian peramalan cuaca, sehingga hasil penelitian memiliki akurasi yang baik dan juga dapat diimplementasikan secara langsung
dalam proses peramalan cuaca.
Kaca Kunci: C4.5, Metode Ensemble, Naïve Bayes, Peramalan cuaca.