Abstract :
Tekanan darah adalah kekuatan yang diperlukan agar darah dapat mengalir di dalam pembuluh darah dan beredar mencapai semua jaringan tubuh manusia. Tekanan darah dibagi menjadi 2 sistolik dan diastolik, tekanan darah sistolik adalah tekanan saat jantung berkontraksi sedangkan tekanan darah diastolik adalah tekanan saat jantung beristirahat. Berdasarkan penelitian, tekanan sistolik tinggi mempunyai angka kematian 2,5x lebih tinggi daripada diastolik. Tekanan darah terbagi 3 yaitu hipotensi (tekanan darah rendah), tekanan darah normal, dan hipertensi (tekanan darah tinggi). Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg menurut JNC VII. Stres, asupan natrium, dan asupan lemak jenuh menjadi salah satu penyebab naiknya tekanan darah.. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat stres, asupan natrium, dan asupan lemak jenuh dengan tekanan darah pada pra lansia usia 45-59 tahun penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh pra lansia usia 45-59 tahun penderita hipertensi dan berobat ke Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya. Jumlah sampel 180 orang penderita hipertensi. Pengambilan sampel ditentukan dengan menggunakan non-probability sampling, yaitu dengan teknik quota sampling. Data dianalisis menggunakan uji pearson dan uji rank spearman.Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan tekanan darah sistolik (?=0,720, P=0,000). Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan natrium dengan tekanan darah sistolik (r=0,634, P=0,000). Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan lemak jenuh dengan tekanan darah sistolik (r=0,438, P=0,000). Saran, melakukan olahraga rutin, memperhatikan asupan natrium dan lemak, dan rutin memeriksakan kesehatan diri.
Kata Kunci: Tekanan Darah, Stres, Natrium, Lemak