DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI KELURAHAN KOTA KULON (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Pasundan Kabupaten Garut Tahun 2022)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Siliwangi
Author
SALSABILA, SHOFIA
Subject
Q Science (General) 
Datestamp
2022-12-28 06:50:29 
Abstract :
ABSTRAK Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita yang diakibatkan oleh kekurangan gizi yang terjadi pada saat bayi berada dalam kandungan dan pada masa awal bayi sampai berusia dua tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan makan dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di Kelurahan Kota Kulon Kabupaten Garut. Lokasi penelitian yaitu di wilayah kerja Puskesmas Pasundan Kelurahan Kota Kulon Kabupaten Garut. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode kuantitatif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dan simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini balita berusia 12-59 bulan yang berjumlah 92 balita. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner sanitasi lingkungan, FFQ, infantometer dan microtoise. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji chi?square. Hasil penelitian pada balita usia 12-59 bulan di Kelurahan Kota Kulon Kabupaten Garut menunjukkan bahwa adanya hubungan antara kebiasaan makan berdasarkan konsumsi makanan pokok (p=0,008) dengan kejadian stunting. Kebiasaan makan berdasarkan konsumsi protein hewani (p=0,673), protein nabati (p=0,239), sayur (p=0,363), buah (p=0,904), dan susu (p=0,970) menunjukkan tidak ada korelasi dengan kejadian stunting. Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting menunjukkan terdapat korelasi dengan nilai p=0,022. Kata Kunci : Kebiasaan makan, Sanitasi lingkungan, Stunting 
Institution Info

Universitas Siliwangi