Abstract :
ABSTRAK
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita yang diakibatkan oleh
kekurangan gizi yang terjadi pada saat bayi berada dalam kandungan dan pada masa
awal bayi sampai berusia dua tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan kebiasaan makan dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada
balita usia 12-59 bulan di Kelurahan Kota Kulon Kabupaten Garut. Lokasi
penelitian yaitu di wilayah kerja Puskesmas Pasundan Kelurahan Kota Kulon
Kabupaten Garut. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode
kuantitatif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan
sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dan simple random sampling.
Sampel dalam penelitian ini balita berusia 12-59 bulan yang berjumlah 92 balita.
Data dikumpulkan menggunakan kuisioner sanitasi lingkungan, FFQ, infantometer
dan microtoise. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji chi?square. Hasil penelitian pada balita usia 12-59 bulan di Kelurahan Kota Kulon
Kabupaten Garut menunjukkan bahwa adanya hubungan antara kebiasaan makan
berdasarkan konsumsi makanan pokok (p=0,008) dengan kejadian stunting.
Kebiasaan makan berdasarkan konsumsi protein hewani (p=0,673), protein nabati
(p=0,239), sayur (p=0,363), buah (p=0,904), dan susu (p=0,970) menunjukkan
tidak ada korelasi dengan kejadian stunting. Hubungan sanitasi lingkungan dengan
kejadian stunting menunjukkan terdapat korelasi dengan nilai p=0,022.
Kata Kunci : Kebiasaan makan, Sanitasi lingkungan, Stunting