Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan berpikir matematis siswa ketika menyelesaikan soal cerita pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Tasikmalaya. Subjek penelitian diambil dua orang siswa dengan tujuan tertentu (purposive sampling) dari kelas VIII. Jadwal penelitian pada semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018. Teknik pengumpulan data dengan melakukan tes dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu peneliti sendiri sebagai instrumen utama dan instrumen bantu yakni soal tes dan wawancara. Data hasil penelitian dianalisis melalui tahap pengolahan data, tahap analisis data, dan tahap penarikan kesimpulan.. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa kemampuan berpikir matematis siswa 1) proses kemampuan berpikir matematis dari kedua subjek terdapat beberapa perbedaan dan persamaan. Perbedaan dan persamaan tersebut tergantung pada pemahaman siswa dalam memahami soal cerita. Persamaan yang terdapat pada hasil tes S1 dan S2 diantaranya cara yang digunakan dalam mengerjakan soal cerita tersebut sampai kepada pengerjaan cara lain. Kedua subjek sama-sama menggunakan rumus substitusi, eliminasi dan campuran. 2) Analisis kemampuan berpikir matematis siswa kemudian digunakan teori Stacey (2010) yaitu specializing, generalizing, conjecturing, dan convicing. Selanjutnya peneliti mengambil kesimpulan berdasarkan hasil dari analisis kemampuan berpikir matematis tersebut dari setiap langkahnya.
Kata kunci: Kemampuan berpikir matematis