Abstract :
ABSTRAK
SALIMUDIN (2022) DAMPAK RESTORASI MEIJI TERHADAP NASIONALISME
JEPANG 1868-1912. Jurusan Pendidikan Sejarah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Siliwangi
Jepang adalah negara yang di kawasan Asia Timur yang memiliki sistem kekaisaran
dengan kaisar sebagai sosok tertinggi negara. Sebelum terjadinya Restorasi Meiji, Jepang
dipimpin oleh Shogun Tokugawa yang mengeluarkan kebijakan politik isolasi. Namun politik
isolasi mulai goyah ketika bangsa asing datang ke Jepang. Amerika Serikat datang ke Jepang
tahun 1854 dan mendesak Jepang untuk mengubah kebijakan agar menjadi negara terbuka.
Kemudian terjadilah perjanjian Kanagawa yang membuat pemerintahan Shogun Tokugawa
runtuh dan digantikan oleh pemerintahan Kaisar Meiji. Metode yang digunakan adalah metode
historis yang dipakai untuk menyusun fakta, mendeskripsikan, dan menarik kesimpulan
tentang masa lampau. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam metode historis yaitu pemilihan
topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pendekatan yang digunakan adalah
kualitatif, pendekatan yang berusaha mendeskripsikan dan mengimprementasikan peristiwa
yang terjadi. Hasil Penelitian menunjukan, bahwa Jepang sebelum restorasi Meiji dipimpin
oleh Shogun Tokugawa yang menggunakan politik otoriter. Kebijakan yang membuat Jepang
aman adalah politik isolasi yang berlangsung selama 215 tahun sejak 1639 sampai 1854. Politik
isolasi dihapus karena adanya tekanan dari Amerika Serikat yang memaksa penandatanganan
perjanjian Kanagawa tahun 1854. Situasi di Jepang menjadi kacau ketika Kaisar Komei
meninggal dunia. Kelompok anti Shogun semakin percaya diri untuk menggulingkan
pemerintahan Shogun Tokugawa. Kaisar Meiji yang didukung klan Satsuma dan Chosu
menentang pemerintahan Bakufu Shogun Tokugawa sehingga terjadi perselisahan untuk
memperebutkan kekuasaan Jepang. Perselihan Kaisar Meiji dan Shogun Tokugawa semakin
memanas sehingga terjadilah perang Boshin yang terjadi pada 3 Januari 1868 di Toba dan
Fushimi. Perang Boshin ini dimenangkan oleh pasukan kekaisaran Meiji. Kelompok
pendukung Shogun masih terus melakukan perlawanan tapi kantong perlawanan terakhir
Shogun dapat dikalahkan di daerah Hokkaido. Pada 3 Februari 1867 Mutsuhito atau Meiji
diangkat menjadi Kaisar. Ia melakukan restorasi di berbagai bidang dari politik, sosial,
ekonomi, dan pendidikan. Kaisar Meiiji dibantu penasihatnya seperti Itohirobumi, Matsukata
Masayoshi, Kido Takayoshi, Itgaki Taisuke, Yamagata Aritomo, Mori Arinori, Okubo
Toshimichi, dan Yamaguchi Naoyoshi. Kebijakan Kaisar Meiji yang mencolok adalah
penghapusan sistem feudal yang membuat terbukanya saluran-saluran baru untuk mobilitas
sosial dan nasionalisme. Kegiatan industrialisasi seperti industry tekstil dan inflastruktur juga
menunjnag Jepang untuk semakin mencintai negaranya. Modernisasi dan nasionalisme
kemudian muncul sebagai akibat dari meniru Barat. Restorasi Meiji ini menjadikan Jepang
bangkit dengan model intelektual dan mental yang kuat tanpa melupakan nasionalisme.
Kata Kunci : Shogun, Restorasi Meiji, Nasionalisme Jepang